Amien Rais Santai Hadapi Rencana Pelaporan, Partai Ummat Ingatkan Hukum Jangan Jadi Alat Politik
JAKARTA, inibalikpapan.com — Polemik pernyataan Amien Rais soal hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy berlanjut. Di tengah rencana pelaporan oleh relawan Arus Bawah Prabowo (ABP), Amien Rais disebut menanggapi santai.
Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi, menegaskan pihaknya menghormati langkah hukum yang akan ditempuh relawan, namun mengingatkan agar proses tersebut tetap adil.
“Menempuh jalur hukum adalah hak konstitusional, dan kita tidak ingin menghalangi hak tersebut. Hanya saja, jangan sampai hukum jadi alat pukul politik yang tebang pilih sesuai selera kekuasaan,” ujar Ridho, Sabtu (2/5/2026), dikutip dari Suara, jaringan inibalikpapan.com.
Ridho juga menyebut Amien Rais tidak menunjukkan reaksi berlebihan terhadap polemik tersebut.
“Saya lihat Bapak biasa saja. Karena mengkritisi ketika ada yang harus diluruskan sudah jadi kebiasaan beliau sejak mahasiswa,” katanya.
Langkah Hukum Relawan Prabowo
Sebelumnya, relawan ABP menyatakan tengah menyiapkan langkah hukum terhadap Amien Rais. Mereka menilai pernyataan tokoh senior itu sudah melampaui batas dan mengarah pada fitnah.
Ketua DPP ABP, Supriyanto, menyebut narasi yang disampaikan tidak memiliki dasar fakta dan berpotensi menyesatkan publik.
“Ucapan Amien Rais bentuk serangan personal yang serampangan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ini bukan lagi kritik, melainkan tuduhan keji tanpa dasar yang dipaksakan menjadi seolah-olah kebenaran,” tegasnya.
ABP juga menilai pernyataan tersebut menyeret isu pribadi ke ruang publik tanpa bukti yang bisa dipertanggungjawabkan.
Dalam situasi ini, perdebatan antara kritik dan dugaan pencemaran nama baik kembali mencuat. Di satu sisi, relawan menilai pernyataan tersebut sebagai serangan personal, sementara pihak Partai Ummat menegaskan pentingnya menjaga ruang kritik dalam demokrasi.
Hingga kini, rencana pelaporan masih dalam proses persiapan dan polemik terus bergulir di ruang publik.
BACA JUGA
