36 Desa Pedalaman Kini Terang Benderang, Gubernur Kaltim Targetkan Tuntas di Seluruh Pelosok

Proyek PLN Transmisi Tanjung Selor–Tideng Pale, Kaltara Masuki Tahap Serah Terima
PLN terus bergerak cepat dalam membangun infrastruktur kelistrikan di Kalimantan Utara (Kaltara). Foto: PT PLN

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Sebanyak 36 desa terisolir yang selama ini belum pernah menikmati energi listrik sejak Indonesia merdeka, kini sudah “terang”.

Hal ini menjadi kado istimewa pada peringatan Hari Jadi ke-69 Kalimantan Timur, sekaligus menjadi bukti nyata komitmen “Kaltim Terang” hingga ke wilayah perbatasan.

Sebelumnya, tajun kemarin tercatat ada 109 desa di Kaltim yang masih gelap gulita. Pemerintah Provinsi Kaltim melakukan intervensi melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal.

“Dalam tahun pertama (menjabat), 36 desa berhasil kita aliri listrik. Listrik harus dinikmati seluruh rakyat Kaltim, baik di perkotaan, pedalaman, hingga wilayah perbatasan,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud (Harum).

Setidaknya, sekitar 66.000 Kepala Keluarga (KK) di empat kabupaten yakni,  Mahakam Ulu, Berau, Kutai Timur, hingga Paser kini telah menikmati listrik secara mandiri.

Kebahagiaan terpancar dari warga Kampung Batoq Kelo, Mahakam Ulu. Ketua Adat setempat, Antunius Legiu, menceritakan perubahan besar yang dirasakan 339 KK di desanya setelah PLTS berkapasitas 60,8 kWp beroperasi.

“Kami sangat senang dan berterima kasih. Sekarang sudah bisa beli magic jar dan menonton televisi. Baru sekarang kami bisa menikmati TV,” ujarnya penuh haru.

Hal senada dirasakan warga Labuang Kallo, Kabupaten Paser. Melalui Program Jospol, warga yang tinggal di kawasan tambak kini mendapatkan bantuan unit PLTS Apdal. “Kami bangga pemerintah benar-benar memperhatikan kami yang hidup di tambak-tambak ini,” kata Muzni, salah satu warga.

Sisa 73 Desa: Tantangan Geografis dan Target PLN

Meskipun 36 desa telah teraliri, Gubernur Harum menyadari masih ada 73 desa (45.000 KK) yang menanti giliran. Tantangan utama pembangunan listrik di pelosok adalah medan geografis ekstrem dan ketiadaan akses jalan.

Gubernur Rudy Mas’ud menekankan bahwa PLTS Komunal adalah solusi jangka pendek (pra). Target utamanya adalah menarik jaringan PLN masuk ke seluruh pelosok Kaltim.

“PLTS ini sifatnya pra. Kita tetap perjuangkan agar PLN bisa masuk. Karena itu, badan jalan harus dipetakan sejak sekarang sebagai fondasi peningkatan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. / Pemprov

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses