Proyek Penataan Transportasi-Logistik Balikpapan Tertunda Lantaran Efisiensi Anggaran

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Rencana penataan sistem logistik transportasi di Balikpapan harus melambat. Sejumlah proyek yang sebelumnya digadang-gadang mulai dikerjakan tahun ini, kini resmi tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran daerah.

Proyek yang terdampak bukan proyek kecil. Pembangunan depo kontainer di Kariangau Kilometer 13 dan terminal baru di kawasan Baru Tengah termasuk di dalamnya. Keduanya sudah masuk tahap matang secara perencanaan, namun belum bisa dieksekusi.

Sekretaris Dinas Perhubungan Balikpapan, Sayektiningsih, memastikan penundaan ini bukan pembatalan. Seluruh dokumen teknis seperti Detail Engineering Design (DED) sudah selesai, tinggal menunggu waktu dan kesiapan anggaran.

“Perencanaannya sudah siap. Hanya saja belum bisa direalisasikan tahun ini karena efisiensi anggaran,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah kota memilih mengalihkan fokus ke kebutuhan yang langsung dirasakan masyarakat. Penerangan jalan umum, perbaikan fasilitas keselamatan seperti kaca cembung, hingga pemasangan rubber set di titik rawan kecelakaan menjadi prioritas utama tahun ini.

Langkah ini dinilai lebih mendesak, terutama untuk menjaga keselamatan pengguna jalan yang setiap hari beraktivitas di tengah kondisi lalu lintas yang terus meningkat.

Di sisi lain, DPRD Balikpapan memastikan proyek-proyek besar tersebut tetap masuk agenda. Sekretaris Komisi III, Ari Sanda, menyebutkan bahwa hasil pembahasan bersama Dishub menetapkan realisasi ulang pada 2027.

“Program prioritas seperti depo kontainer dan terminal koridor akan dilanjutkan 2027,” katanya.

Nilai proyek depo kontainer di Kariangau saja mencapai sekitar Rp190 miliar. Angka ini mencerminkan besarnya skala proyek sekaligus pentingnya peran fasilitas tersebut dalam mengatasi persoalan logistik kota.

Selama ini, kendaraan bertonase besar masih menjadi salah satu penyebab kemacetan di sejumlah ruas jalan utama. Tanpa sistem penataan yang baik, tekanan lalu lintas diperkirakan akan terus meningkat seiring aktivitas industri dan distribusi barang.

Kehadiran depo kontainer nantinya diharapkan bisa mengatur arus kendaraan berat, sekaligus menjadi pusat bongkar muat yang lebih tertata. Tidak hanya soal kelancaran lalu lintas, proyek ini juga berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses