Kesepakatan Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Turun, Kapan Pertamax Kembali Normal?

Ilustrasi pengisian BBM di SPBU Pertamina. (Foto: Pertamina)
Pengisian BBM di SPBU Pertamina. (Foto: Pertamina)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam setelah muncul sinyal perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran serta rencana pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, kondisi tersebut belum tentu langsung membuat harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax turun dalam waktu dekat.

Per Senin (15/6/2026), harga minyak mentah Brent tercatat turun ke level 83,75 dolar AS per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran 80,87 dolar AS per barel.

Penurunan ini terjadi setelah pasar merespons positif perkembangan hubungan antara Washington dan Teheran yang dinilai berpotensi mengurangi risiko gangguan pasokan energi global.

Harga Pertamax Tidak Otomatis Turun

Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi di Indonesia memang dipengaruhi harga minyak dunia. Namun mekanisme penyesuaiannya tidak dilakukan secara langsung setiap kali terjadi perubahan harga minyak internasional.

Menurut Fahmy, pemerintah dan Pertamina melakukan evaluasi harga BBM secara berkala dengan mempertimbangkan sejumlah faktor.

“Nah, hanya Pertamina melalui pemerintah, itu kan mengevaluasinya per tiga bulan. Dalam waktu tiga bulan itu terdapat tiga variabel yang dipertimbangkan,” kata Fahmy.

Ia menjelaskan, selain harga minyak dunia, terdapat dua faktor lain yang menjadi dasar evaluasi. Yakni tingkat inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Karena itu, kenaikan maupun penurunan harga minyak global tidak otomatis diikuti perubahan harga BBM di dalam negeri.

“Jadi memang tidak serta-merta kenaikan atau penurunan harga minyak dunia kemudian langsung direspons dengan kenaikan atau penurunan serupa,” ujarnya.

Peluang Turun Tetap Ada

Meski demikian, Fahmy menilai peluang penurunan harga Pertamax tetap terbuka. Terlebih apabila tren harga minyak dunia terus melemah dalam beberapa bulan ke depan.

Selain itu, kondisi nilai tukar rupiah yang menguat dan inflasi yang terkendali juga akan menjadi faktor pendukung. Utamanya bagi kemungkinan penyesuaian harga BBM.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi pada 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.

Sementara Pertamax Green 95 mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses