Antisipasi Musim Kemarau, DLH Pastikan TPA Manggar Balikpapan Aman dari Ancaman Kebakaran

Kepala DLH Balikpapan Sudirman Djayaleksana

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan memastikan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar dalam kondisi aman dari potensi kebakaran meski cuaca panas mulai melanda dan musim kemarau diperkirakan semakin menguat.

Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah menggelar rapat koordinasi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di TPA, terutama menyusul terbakarnya sejumlah tempat pembuangan sampah di daerah lain.

“Beberapa hari terakhir cuaca cukup panas. Kami juga mengantisipasi dampak musim kemarau dan potensi El Nino. Pemerintah meminta seluruh daerah melakukan mitigasi agar kebakaran di TPA tidak terjadi,” ujar Sudirman, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, salah satu penyebab utama kebakaran di TPA adalah akumulasi gas metana yang dipicu suhu tinggi. Kondisi tersebut berbeda dengan TPA Manggar yang telah menerapkan sistem sanitary landfill sehingga mampu menekan risiko munculnya titik api.

Sudirman menjelaskan, gas metana yang terbentuk dari timbunan sampah di TPA Manggar tidak dibiarkan menumpuk. Gas tersebut dimanfaatkan sebagai sumber energi yang saat ini telah disalurkan ke sekitar 380 rumah tangga di sekitar kawasan TPA.

Selain itu, DLH juga memasang beberapa titik flare atau pembakaran gas untuk mengurangi penumpukan metana di dalam timbunan sampah.

“Gas metana menjadi salah satu penyebab utama kebakaran. Alhamdulillah di Balikpapan gas itu sudah kita manfaatkan dan disalurkan ke masyarakat, sementara sisanya dibakar melalui flare sehingga tidak menumpuk,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem sanitary landfill yang diterapkan di Balikpapan juga menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran. Sampah yang masuk ke TPA selalu ditutup lapisan tanah secara berkala sehingga menghambat keluarnya gas metana ke permukaan.

“Kalau di beberapa daerah masih menggunakan sistem open dumping, sampah hanya ditumpuk begitu saja sehingga gas metana mudah terkumpul dan ketika suhu meningkat berpotensi memicu kebakaran. Di Balikpapan sistemnya berbeda karena sampah dilapisi tanah,” katanya.

Selain pengelolaan gas metana, DLH juga telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi darurat. Sebanyak sekitar 40 petugas yang bertugas di TPA Manggar telah dibekali pelatihan penanganan awal apabila muncul kebakaran.

Tersedianya Sumber Air

Petugas juga memastikan ketersediaan sumber air dan peralatan untuk melakukan pemadaman dini sebelum meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) apabila kondisi berkembang lebih besar.

“Seluruh petugas sudah mendapat pelatihan. Jika ada kejadian, mereka langsung melakukan penanganan awal sambil berkoordinasi dengan BPBD. Kami juga memastikan sumber air selalu tersedia untuk kebutuhan pemadaman,” ungkapnya.

Meski Balikpapan hampir dua pekan tidak diguyur hujan, Sudirman menegaskan kondisi TPA Manggar masih dalam kategori aman. Namun, ia mengingatkan seluruh petugas maupun masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di sekitar kawasan TPA karena dapat memicu kebakaran.

“Kami terus melakukan pemantauan. Selama sistem pengelolaan gas metana berjalan baik, penerapan sanitary landfill tetap konsisten, serta kewaspadaan petugas dijaga, kami optimistis TPA Manggar tetap aman selama musim kemarau,” pungkasnya.***

Penulis : Samsul

Editor: Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses