Pendataan Perlinsos Jadi Kunci Perluasan Perlindungan Pekerja Rentan di Balikpapan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat perlindungan bagi pekerja rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Meski jumlah peserta yang dibiayai pemerintah sementara mengalami penurunan, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) memastikan kondisi tersebut hanya bersifat sementara karena adanya proses pemutakhiran data agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan saat ini pemerintah tengah menyesuaikan data kepesertaan berdasarkan hasil verifikasi terbaru yang dilakukan bersama Dinas Sosial. Langkah tersebut bertujuan memastikan penerima manfaat benar-benar berasal dari kelompok masyarakat yang berhak memperoleh perlindungan sosial.
“Yang perlu dipahami masyarakat, berkurangnya jumlah peserta bukan karena anggarannya dipotong. Justru anggaran yang disiapkan Pemerintah Kota Balikpapan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Adamin, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan, pada 2025 anggaran BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja rentan mencapai sekitar Rp1,2 miliar. Sementara pada 2026 meningkat menjadi sekitar Rp1,4 miliar. Kenaikan anggaran tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan jaminan sosial kepada masyarakat yang bekerja di sektor rentan.
“Anggarannya naik menjadi sekitar Rp1,4 miliar. Jadi tidak ada pengurangan anggaran. Yang terjadi saat ini hanya penyesuaian jumlah peserta karena kami sedang melakukan cleansing data agar lebih akurat,” ujarnya.
Menurut Adamin, proses verifikasi dilakukan menggunakan data masyarakat kategori desil 1 hingga desil 5 yang menjadi prioritas dalam berbagai program perlindungan sosial pemerintah. Dengan menggunakan data terbaru, diharapkan tidak ada lagi penerima bantuan yang tidak sesuai kriteria.
“Kami ingin program ini benar-benar tepat sasaran. Karena itu data harus dipastikan valid agar perlindungan diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan,” jelasnya.
Lebih Lengkap dan Akurat
Selain itu, Disnaker juga masih menunggu selesainya pendataan Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang saat ini sedang berlangsung. Hasil pendataan tersebut nantinya akan menjadi dasar penambahan kembali peserta BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan di Balikpapan.
“Kami optimistis setelah data Perlinsos selesai, jumlah peserta bisa kembali bertambah. Bahkan harapannya lebih banyak dibanding sebelumnya karena basis datanya sudah lebih lengkap dan akurat,” ungkap Adamin.
Ia menambahkan, sasaran program BPJS Ketenagakerjaan yang dibiayai pemerintah tidak hanya pekerja informal, tetapi juga pelaku UMKM, buruh harian, nelayan, hingga kelompok masyarakat lainnya yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja maupun kehilangan sumber penghasilan.
“Melalui BPJS Ketenagakerjaan, pekerja memiliki perlindungan jika terjadi risiko kerja. Ini penting agar mereka dan keluarganya tetap memiliki jaminan ekonomi ketika menghadapi musibah,” katanya.
Adamin menegaskan, Pemerintah Kota Balikpapan akan terus memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan seiring selesainya proses verifikasi data Perlinsos. Dengan dukungan anggaran yang lebih besar dan data yang semakin valid, pemerintah berharap semakin banyak pekerja rentan dapat merasakan manfaat perlindungan sosial secara berkelanjutan.
“Harapan kami, tidak ada lagi pekerja rentan yang belum terlindungi. Dengan data yang akurat dan dukungan anggaran yang terus meningkat, program ini akan semakin optimal dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bekerja di sektor rentan,” tutupnya.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
Penulis : Samsul
Editor: Ramadani
BACA JUGA
