Balikpapan Kreatif, Ruang Publik Bagi Ekonomi dan Pariwisata
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pagi di ruang publik Balikpapan tak lagi sekadar tentang orang-orang yang berolahraga, berjalan santai, atau menikmati udara kota.
Di antara musik, gerakan senam, tarian, kuliner, hingga aktivitas komunitas, tumbuh sebuah perjumpaan yang lebih penting: kesempatan bagi warga untuk berkarya dan pelaku usaha untuk menemukan pasar.
Semangat itulah yang dibawa melalui kegiatan Balikpapan Kreatif. Ruang publik diposisikan bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi sebagai panggung bersama bagi komunitas, seniman, pelaku UMKM, pelaku pariwisata, dan masyarakat.
Beragam pertunjukan seperti barongsai, drumband, tari dan musik hadir berdampingan dengan aktivitas olahraga, fotografi serta kuliner. Keramaian tersebut memperlihatkan bahwa kreativitas dapat tumbuh dari sesuatu yang sederhana: ruang yang memberi kesempatan kepada masyarakat untuk bertemu.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, mengatakan kegiatan semacam ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata di daerah.
Menurut Ratih, ruang publik memiliki potensi besar untuk mempertemukan berbagai subsektor ekonomi kreatif. Ketika masyarakat berkumpul, pergerakan ekonomi ikut tercipta.
“Di sini pergerakan kita ada fotografer, kriya, pertunjukan, fashion, musik dan subsektor ekonomi kreatif lainnya,” kata Ratih.
Bagi Balikpapan, ruang publik juga dapat menjadi etalase kota. Kehadiran peserta dari luar daerah dalam berbagai kegiatan tidak hanya menambah semarak acara, tetapi berpotensi menggerakkan sektor lain, mulai dari hotel, kuliner, transportasi hingga usaha kecil masyarakat.
Karena itu, kolaborasi menjadi kata penting. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Komunitas, pelaku usaha, industri pariwisata, seniman dan masyarakat perlu berada dalam satu gerak yang sama.
Ratih menilai kekuatan lain Balikpapan terletak pada keberagaman karakter masyarakat di setiap wilayah. Kecamatan dan kelurahan dapat menampilkan identitasnya melalui seni, budaya, olahraga maupun produk kreatif.
Di tengah pembangunan kota, pendekatan semacam ini menjadi penting. Infrastruktur memang menyediakan tempat, tetapi manusialah yang memberi kehidupan pada ruang tersebut.
Pemerintah Kota Balikpapan juga menekankan agar pembangunan dan pengelolaan anggaran diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, fasilitas publik dan perlindungan sosial.
Pada akhirnya, Balikpapan Kreatif bukan sekadar rangkaian pertunjukan. Ia adalah cerita tentang bagaimana sebuah kota memberi ruang kepada warganya untuk bertemu, mencipta dan memperoleh peluang.
Sebab, mencintai kota tidak selalu harus dilakukan melalui sesuatu yang besar. Kadang, cinta kepada kota tumbuh ketika warga diberi tempat untuk berkarya, ketika usaha kecil mendapat pembeli, ketika seniman mendapat panggung, dan ketika ruang publik menjadi milik bersama.
Dari sanalah kreativitas perlahan menemukan jalannya menjadi kebanggaan, menghidupkan ekonomi, sekaligus membawa nama Balikpapan lebih jauh melalui pariwisata.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
