Pasar Sepinggan Pascakebakaran, Pemkot Balikpapan Prioritaskan TPS untuk Pedagang Aktif
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan bergerak cepat menyiapkan langkah penanganan pascakebakaran yang melanda Pasar Sepinggan.
Fokus utama saat ini adalah memastikan aktivitas ekonomi para pedagang dapat kembali berjalan melalui pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS), sembari menunggu keputusan mengenai revitalisasi pasar secara menyeluruh.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan pendataan terbaru menunjukkan dari total 853 petak di Pasar Sepinggan, sekitar 250 petak terdampak kebakaran. Namun, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 80 pedagang yang tercatat masih aktif menjalankan aktivitas jual beli sebelum musibah terjadi.
“Data sementara yang kami himpun hingga hari ini menunjukkan sekitar 250 petak terdampak kebakaran. Dari jumlah itu, kurang lebih 80 pedagang merupakan pedagang aktif yang selama ini masih berjualan,” ujar Haemusri, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan penanganan pascakebakaran. Seluruh hasil pendataan akan dilaporkan kepada Wali Kota Balikpapan sebagai bahan pengambilan keputusan, terutama terkait penempatan pedagang di TPS.
Haemusri menjelaskan, Pemerintah Kota akan memprioritaskan pedagang yang benar-benar aktif berjualan untuk menempati TPS. Kebijakan tersebut telah disepakati bersama Dinas Perdagangan, pengurus pasar, serta perwakilan pedagang agar proses pemulihan aktivitas ekonomi berjalan adil dan tepat sasaran.
Penataan Kawasan TPS
“Kami memohon dukungan seluruh pedagang dan masyarakat agar proses pembangunan TPS dapat berjalan lancar. Prioritas kami adalah mengembalikan roda perekonomian para pedagang yang selama ini menggantungkan penghidupannya di Pasar Sepinggan,” katanya.
Ia memperkirakan proses pembersihan lokasi, konsolidasi lahan, serta penataan kawasan akan berlangsung selama sekitar satu bulan. Setelah tahap tersebut rampung, pembangunan TPS akan segera dimulai sehingga pedagang dapat kembali beraktivitas sembari menunggu kebijakan lanjutan mengenai revitalisasi pasar.
Terkait rencana pembangunan permanen atau revitalisasi Pasar Sepinggan, Haemusri menegaskan hal tersebut masih bergantung pada kemampuan keuangan daerah. Di tengah kondisi anggaran yang masih menjadi perhatian pemerintah. Langkah paling realistis saat ini adalah menyediakan fasilitas sementara bagi pedagang.
“Revitalisasi tentu menjadi harapan bersama, tetapi pelaksanaannya masih menunggu kebijakan pemerintah dan kesiapan pembiayaan. Saat ini kami fokus terlebih dahulu pada penyediaan TPS agar aktivitas perdagangan bisa segera pulih,” ujarnya.
Mengenai sumber pendanaan pembangunan TPS, Haemusri menyebut terdapat beberapa opsi yang telah disampaikan kepada Wali Kota, mulai dari pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT), pergeseran anggaran kas, hingga anggaran perubahan. Namun, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan kepala daerah.
Bagi Pemerintah Kota Balikpapan, pemulihan Pasar Sepinggan bukan sekadar membangun kembali bangunan yang terbakar. Melainkan menghidupkan kembali denyut ekonomi masyarakat.
Di tengah musibah, harapan tetap dijaga agar para pedagang dapat kembali mencari nafkah dan pasar kembali menjadi ruang pertemuan yang menggerakkan kehidupan kota.
BACA JUGA
