Freeport Juara Umum IMERC 2026 di Tengah Perjuangan Pemulihan

Tim PT Freeport Indonesia merayakan kemenangan sebagai juara umum IMERC 2026 di Balikpapan.
Tim PT Freeport Indonesia merayakan kemenangan sebagai juara umum IMERC 2026 di Balikpapan. Foto: Ist

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Freeport Indonesia kembali merebut gelar juara umum Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 di Garuda Rescue Nusantara, Balikpapan. Kemenangan ini diraih ketika perusahaan masih dalam proses pemulihan pascainsiden yang terjadi pada September tahun lalu.

Tim tanggap darurat Freeport menjadi yang terbaik setelah melewati delapan challenge selama empat hari. Skenario kompetisi dirancang berdasarkan kejadian darurat yang pernah terjadi di dunia pertambangan, sehingga peserta dituntut menghadapi simulasi yang mendekati kondisi nyata di lapangan.

Ketua Yayasan Garuda Rescue Nusantara, Adri Thanada, mengatakan seluruh tantangan IMERC 2026 disusun untuk menguji kemampuan peserta dalam menghadapi kondisi kedaruratan.

“Selama empat hari pelaksanaan, seluruh peserta mengikuti delapan challenge yang disusun berdasarkan skenario kedaruratan nyata di lapangan,” ujarnya.

Freeport tampil sebagai pemenang pada tiga nomor, yakni Road Crash Rescue, Structural Fire Fighting, serta Underwater Rescue and Recovery.

Pada Road Crash Rescue, Freeport berada di posisi pertama, disusul PT Petrosea dan PT Borneo Indobara.

Freeport juga menjadi yang terbaik dalam Structural Fire Fighting, mengungguli PT PAMA dan PT Petrosea.

Sementara pada Underwater Rescue and Recovery, Freeport kembali menempati posisi pertama, dengan Berau Coal di urutan kedua dan Kaltim Prima Coal di posisi ketiga.

Di luar tiga nomor tersebut, Freeport juga menempati posisi kedua pada High Angle Rescue Technique dan posisi pertama pada Individual Skill Event.

Hasil tersebut mengantarkan Freeport mempertahankan gelar juara umum IMERC.

Menang Saat Freeport Masih Berjuang Pulih

Vice President Mining Safety Division Freeport, Eman Widijanto, mengatakan keberhasilan tim tanggap darurat tersebut diraih ketika perusahaan masih berada dalam proses pemulihan.

Menurutnya, sekitar 11 kilometer terowongan masih tertutup lumpur akibat insiden September tahun lalu yang menyebabkan tujuh pekerja meninggal dunia.

Sementara itu, operasional perusahaan saat ini disebut baru berada di kisaran 65 persen.

“Prestasi ini dicapai saat Freeport masih berjuang untuk bangkit,” katanya.

Kondisi tersebut memberikan konteks berbeda terhadap kemenangan tim tanggap darurat Freeport. Kompetisi tidak hanya menguji kecepatan dan kemampuan teknis, tetapi juga memperlihatkan pentingnya kesiapan personel menghadapi kondisi darurat di lingkungan pertambangan.

Berau Coal dan Cipta Kridatama Masuk Tiga Besar

Berau Coal menempati posisi kedua dalam klasemen umum. Tim perusahaan tersebut menjadi juara pada High Angle Rescue Technique dan Theory Test.

Pada High Angle Rescue Technique, Berau Coal mengungguli Freeport dan Borneo Indobara. Sedangkan pada Theory Test, Berau Coal berada di posisi pertama, disusul Cipta Kridatama dan Kideco Jaya Agung.

Posisi ketiga klasemen umum ditempati Cipta Kridatama.
Tim Cipta Kridatama juga menjadi juara pada Firefighter Combat Challenge, mengungguli Berau Coal dan Multi Harapan Utama.

Skenario Rescue Diambil dari Kejadian Nyata

Ketua Panitia Pengarah IMERC 2026, dr David Winowatan, mengatakan salah satu skenario yang menarik perhatian adalah vertical rescue.

Skenario tersebut dibuat berdasarkan kejadian nyata yang pernah terjadi di lapangan, termasuk kondisi penyelamatan korban yang jatuh di medan terjal.

“Kita memang usahakan skenario kejadian dari peristiwa nyata,” katanya.

Pendekatan tersebut membuat kompetisi tidak sekadar menjadi ajang untuk menentukan tim dengan kemampuan teknis terbaik. Para peserta juga diuji dalam menghadapi situasi yang menyerupai kondisi darurat sebenarnya.

Tim Australia Ikut Uji Kemampuan Rescue

IMERC 2026 juga diikuti tim tamu dari Australia, Northern Star Resources.

Tim tersebut meraih juara harapan pada nomor Road Crash Rescue dan Confined Space Rescue.

Bagi peserta Australia, skenario penyelamatan bawah tanah dan ruang terbatas menjadi pengalaman tersendiri. Materi tersebut disebut tidak masuk dalam standar pelatihan penyelamatan tambang yang biasa mereka jalani di Australia.

Kehadiran tim Australia sekaligus menambah pengalaman lintas negara dalam kompetisi tanggap darurat pertambangan di Balikpapan.

Selain kompetisi, IMERC 2026 juga diramaikan Incident Management Training (IMT) yang diikuti sekitar 140 peserta dari berbagai perusahaan.

Instruktur dari Australia turut dilibatkan dalam pelatihan tersebut.

IMT menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam menghadapi dan mengelola situasi kedaruratan di sektor pertambangan.

Pada akhirnya, IMERC 2026 tidak hanya menghasilkan pemenang. Kompetisi ini juga mempertemukan tim penyelamat dari berbagai perusahaan untuk menguji kemampuan, berbagi pengalaman, dan memperkuat kesiapan menghadapi kondisi darurat yang bisa terjadi di lapangan.***

Sumber: Garuda Rescue Nusantara
Editor: Rizki

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses