Balikpapan Tuan Rumah FORDAKOM PTKI 2026, Perkuat Dakwah Islam di Era Digital

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud saat membuka Temu Forum Dekanat Dakwah dan Komunikasi (FORDAKOM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia Tahun 2026 di Hotel Grand Senyiur, Kamis 4 Juni 2026 (foto : Inibalikpapan / Samsul)
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud saat membuka Temu Forum Dekanat Dakwah dan Komunikasi (FORDAKOM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia Tahun 2026 di Hotel Grand Senyiur, Kamis 4 Juni 2026 (foto : Inibalikpapan / Samsul)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Kota Balikpapan kembali dipercaya menjadi tuan rumah agenda nasional dengan dibukanya Temu Forum Dekanat Dakwah dan Komunikasi (FORDAKOM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Senyiur, Kamis (4/6/2026) malam, menjadi wadah konsolidasi akademik untuk memperkuat peran dakwah dan komunikasi Islam di tengah dinamika perubahan sosial dan perkembangan teknologi.

Forum ini secara resmi dibuka Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, serta dihadiri para dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi PTKI, rektor, akademisi, peneliti, hingga dosen dari berbagai daerah di Indonesia.

Dakwah Harus Adaptif di Era Digital

Dalam sambutannya, Rahmad Mas’ud menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Balikpapan sebagai tuan rumah forum strategis tersebut.

Ia menekankan, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola komunikasi masyarakat secara signifikan. Di satu sisi, kemajuan digital membuka peluang besar bagi pengembangan dakwah Islam. Namun di sisi lain, muncul tantangan seperti maraknya informasi tidak terverifikasi, polarisasi sosial, hingga menurunnya etika komunikasi publik.

“Dakwah tidak lagi cukup dilakukan dengan pendekatan konvensional, tetapi harus adaptif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Peran Strategis Perguruan Tinggi

Rahmad menegaskan, Fakultas Dakwah dan Komunikasi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi unggul yang mampu menjawab tantangan zaman.

Perguruan tinggi, menurutnya, tidak hanya bertugas mencetak lulusan berkompetensi akademik, tetapi juga agen perubahan yang menjunjung tinggi nilai moderasi, toleransi, dan persatuan.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk SDM yang unggul sekaligus berkarakter,” tegasnya.

Balikpapan, Gerbang IKN dan Miniatur Keberagaman

Dalam kesempatan itu, Rahmad juga menyoroti posisi strategis Balikpapan sebagai kota penyangga utama pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Keberagaman suku, agama, dan budaya di Balikpapan dinilai sebagai modal sosial yang harus dijaga melalui pendidikan, dialog, dan komunikasi yang sehat.

Dorong Kolaborasi dan Rekomendasi Strategis

Rahmad berharap FORDAKOM 2026 tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga melahirkan rekomendasi strategis dan kolaborasi nyata antarperguruan tinggi.

Melalui forum ini, peserta diharapkan mampu merumuskan inovasi untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

Di tengah derasnya transformasi digital, dakwah dan komunikasi Islam diharapkan tetap menjadi perekat sosial yang menebarkan nilai kebijaksanaan, toleransi, dan persatuan bangsa.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses