Sambut Era AI dan IKN, Pemprov Kaltim Bakal Luncurkan Gerakan Literasi Melalui ‘Kaltim Belajar’

Kantor Gubernur Kaltim
Kantor Gubernur Kaltim /Inibalikpapan

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mematangkan peluncuran Gerakan Literasi Kaltim melalui program Kaltim Belajar, sebuah gerakan belajar sepanjang hayat yang disiapkan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul menghadapi era kecerdasan artifisial (AI), transformasi digital, dan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).

Program yang mengusung tagline “Belajar Hari Ini, Membangun Masa Depan” itu dibahas dalam rapat lanjutan secara daring pada Rabu (15/7/2026).

Rapat dipimpin Plt Koordinator Infokom TAGUPP Kaltim Eko Satiya Hushada dan diikuti sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta instansi terkait lainnya.

Pertemuan tersebut membahas pemantapan konsep, penguatan kolaborasi lintas OPD, hingga kesiapan peluncuran Kaltim Belajar yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Bukan Sekadar Gerakan Membaca

Berbeda dari program literasi pada umumnya, Kaltim Belajar dirancang sebagai gerakan belajar terbesar di Kalimantan Timur yang tidak hanya mendorong budaya membaca, tetapi juga membangun budaya berkarya, berinovasi, berbagi pengetahuan, hingga merayakan hasil belajar.

Gerakan ini akan melibatkan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dunia usaha, media, hingga masyarakat luas untuk membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan.

Enam program utama yang menjadi pilar Kaltim Belajar meliputi:

  • Belajar
  • Berkarya
  • Berinovasi
  • Berbagi
  • Merayakan
  • Satu Guru, Satu Buku

Siapkan SDM Hadapi Transformasi Digital

Plt Koordinator Infokom TAGUPP Kaltim, Eko Satiya Hushada, menegaskan keberhasilan gerakan tersebut sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Kaltim Belajar harus menjadi gerakan bersama yang mampu menghadirkan ruang belajar yang inklusif sekaligus mendorong lahirnya karya dan inovasi dari masyarakat,” ujarnya, dikutip dari laman Pemprov.

Menurutnya, budaya belajar sepanjang hayat menjadi kebutuhan penting agar masyarakat Kalimantan Timur mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, AI, dan perubahan yang dibawa pembangunan IKN.

DPK Kaltim Ingin Budaya Belajar Tumbuh di Mana Saja

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim Lisa Hasliana mengatakan pihaknya terus menyempurnakan konsep kegiatan agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Ia berharap budaya belajar tidak hanya berkembang di sekolah, tetapi juga tumbuh di lingkungan keluarga, tempat kerja, hingga ruang-ruang komunitas.

“Kaltim Belajar bisa memantik dan membangun semangat belajar yang tumbuh di mana saja, mulai dari sekolah, keluarga, tempat kerja, hingga ruang-ruang komunitas. Karena ketika budaya belajar tumbuh, kualitas sumber daya manusia juga akan ikut meningkat,” kata Lisa.

Menurutnya, berbagai kegiatan edukatif yang tengah disiapkan akan dikemas secara menarik dan inklusif agar masyarakat merasa menjadi bagian dari gerakan tersebut.

“Persiapan terus dilakukan. Harapannya, saat diluncurkan nanti, masyarakat tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi benar-benar merasa menjadi bagian dari gerakan ini. Kaltim Belajar harus menjadi gerakan yang hidup, terus berkembang, dan memberi dampak nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Timur,” tambahnya.

Melalui program ini, Pemprov Kaltim berharap lahir generasi yang adaptif, kreatif, inovatif, dan siap bersaing di tengah transformasi digital, sekaligus mendukung Kalimantan Timur sebagai pusat pertumbuhan baru Indonesia dan wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses