Bandar Narkoba Katingan Masih Buron Setelah Penggerebekan Tewaskan Tiga Polisi

Ibu bunuh anak
Ilustrasi kriminalitas. Sumber: Foto oleh kat wilcox: https://www.pexels.com/id-id/foto/crime-scene-do-not-cross-signage-923681/

JAKARTA, inibalikpapan.com – Tragedi gugurnya tiga anggota Polri saat menggerebek bandar narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, mendapat sorotan serius dari DPR RI. Komisi III meminta kepolisian tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga membongkar seluruh jaringan yang berada di balik serangan berdarah tersebut.

Anggota Komisi III DPR RI Martin Tumbelaka menegaskan seluruh pelaku harus dapat hukuman seberat-beratnya sebagai bentuk perlindungan negara terhadap aparat yang gugur saat menjalankan tugas.

“Setelah ditangkap, pastikan mereka diberikan hukuman yang seberat-beratnya agar ada efek jera. Tidak boleh ada kompromi bagi pembunuh aparat negara,” kata Martin dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).

Tiga Polisi Gugur Saat Gerebek Bandar Narkoba

Insiden tragis itu terjadi saat aparat melakukan operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan.

Dalam operasi tersebut, tiga anggota Polri gugur, yakni Aipda Yudhi Perdana Putra, Aiptu Sumaryanto, dan Bripda Nopandri Ramadhana.

Aipda Yudhi meninggal dunia akibat serangan saat penggerebekan berlangsung. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri sempat hilang sebelum akhirnya meninggal dunia di kawasan aliran sungai sekitar lokasi operasi.

Peristiwa itu terjadi ketika aparat melakukan penindakan terhadap jaringan peredaran narkoba yang mendapat perlawanan dari para pelaku maupun pihak yang berada di lokasi.

DPR Minta Dalang Penyerangan Diungkap

Martin menilai penyelidikan tidak boleh berhenti pada pelaku yang melakukan penyerangan secara langsung.

Menurutnya, kepolisian harus mengungkap siapa pihak yang menggerakkan massa, siapa yang melindungi bandar narkoba, hingga asal-usul senjata api rakitan yang ada dalam kasus tersebut.

“Cari tahu siapa yang memprovokasi warga, siapa yang menyembunyikan hingga dari mana para pelaku mendapatkan senjata api rakitan. Ekosistem kejahatan di desa tersebut harus dibongkar total,” ujarnya.

Ia menegaskan negara tidak boleh kalah menghadapi sindikat narkoba yang berani menyerang aparat penegak hukum.

“Negara tidak boleh mundur dan tidak boleh kalah oleh sindikat narkoba maupun kelompok massa yang melindungi kejahatan,” tegas Martin.

Bareskrim Beri Dukungan Penuh

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memastikan akan memberikan dukungan penuh terhadap pengungkapan kasus tersebut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso sebelumnya menyampaikan bahwa seluruh sumber daya akan mereka kerahkan untuk mengusut tuntas jaringan narkoba yang menjadi target operasi di Katingan.

Polri juga memastikan penyelidikan terus berkembang untuk memburu seluruh pelaku yang terlibat. Termasuk bandar narkoba yang dugaannya menjadi target utama dalam operasi tersebut.

Kasus ini menjadi salah satu penyerangan paling mematikan terhadap aparat dalam operasi pemberantasan narkotika dalam beberapa tahun terakhir. Sekaligus memperlihatkan besarnya tantangan yang petugas hadapi saat membongkar jaringan peredaran narkoba di daerah.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses