Lebih dari 3.000 Calon Siswa Ikuti Verval SPMB 2026 di Balikpapan

Orang tua murid melakukan verifikasi dan validasi berkas untuk SPMB 2026 di Kantor Disdikbud Balikpapan. (Foto:Dani/Inibalikpapan.com)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan resmi memulai tahapan verifikasi dan validasi (verval) faktual secara offline dalam rangka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. 

Tercatat lebih dari 3.000 calon peserta didik telah mengambil nomor antrean untuk mengikuti proses tersebut.

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan pelaksanaan verval berjalan lancar karena pihaknya telah membuka pengambilan nomor antrean sejak 15 Juni 2026. Dengan sistem tersebut, masyarakat dapat datang sesuai jadwal yang telah ditentukan sehingga kepadatan di lokasi pelayanan dapat diminimalkan.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar karena kami sudah membuka antrean pengambilan nomor sejak 15 Juni. Orang tua tinggal datang sesuai waktu yang telah dipilih,” ujar Irfan, Senin (29/6/2026).

Verval faktual dilaksanakan secara langsung di Kantor Disdikbud Balikpapan dan diperuntukkan bagi beberapa jalur penerimaan, di antaranya jalur prestasi, mutasi, guru dan tenaga kependidikan, serta jalur lain yang memerlukan verifikasi dokumen.

Menurut Irfan, hingga pelaksanaan hari pertama lalu pada Rabu (24/6/2026) tidak ditemukan kendala teknis maupun gangguan pada sistem pendukung. Seluruh proses berlangsung sesuai jadwal dengan pelayanan yang tertib.

Ada nomor Antrean

Disdikbud menargetkan mampu melayani sekitar 500 peserta setiap hari. Tahapan verval dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juni hingga 1 Juli 2026 sehingga seluruh pemegang nomor antrean dapat terlayani.

“Berdasarkan data Disdikbud, jumlah lulusan sekolah dasar di Kota Balikpapan tahun ini mencapai sekitar 12.000 siswa. Sementara daya tampung SMP negeri berada pada kisaran 7.000 hingga 8.000 siswa,” jelasnya.

Untuk mengatasi keterbatasan kuota di sekolah negeri, Pemerintah Kota Balikpapan telah menjalin kerja sama dengan 15 SMP swasta. Melalui kerja sama tersebut, pemerintah menanggung seluruh biaya pendidikan siswa, mulai dari biaya pendaftaran hingga Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

“Total kuota dari sekolah swasta yang bekerja sama sekitar 2.000 siswa. Dengan demikian daya tampung keseluruhan mencapai sekitar 10.000 siswa,” jelas Irfan.

Ia menambahkan, masih terdapat kesempatan bagi sekitar 2.000 siswa lainnya untuk mendaftar ke sekolah swasta di luar program kerja sama pemerintah. Meski demikian, beberapa sekolah swasta favorit diperkirakan telah lebih dahulu memenuhi kuotanya.

Disdikbud memastikan pelaksanaan SPMB 2026 berlangsung secara adil, bersih, dan transparan. Irfan mengajak masyarakat ikut mengawasi seluruh proses penerimaan peserta didik agar berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Proses Berjalan Transparan

Selain pengawasan internal, pelaksanaan SPMB tahun ini juga mengacu pada Surat Edaran KPK Nomor 7 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi serta mencegah praktik-praktik yang melanggar ketentuan, termasuk adanya titipan siswa.

“Kami siap membuka informasi terkait kuota yang tersedia di setiap satuan pendidikan. Dengan pengawasan dari KPK dan tim internal, kami berharap seluruh proses berjalan transparan tanpa ada praktik yang merugikan masyarakat,” kata Irfan.

Salah seorang orang tua peserta didik, Siti Rahma (38), mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan Disdikbud Balikpapan selama proses verifikasi dan validasi berlangsung. Menurutnya, sistem antrean yang telah dibuka lebih awal membuat masyarakat tidak perlu berdesakan saat datang ke kantor Disdikbud. 

“Pelayanannya sudah sangat baik. Kami datang sesuai nomor antrean, petugas juga ramah dan memberikan arahan dengan jelas. Prosesnya cepat, jadi kami tidak perlu menunggu terlalu lama,” ujarnya.

Ia berharap pelayanan yang tertib dan transparan tersebut dapat terus dipertahankan hingga seluruh tahapan SPMB 2026 selesai. Menurutnya, keterbukaan informasi mengenai persyaratan maupun kuota sekolah membuat para orang tua merasa lebih tenang dan percaya terhadap proses penerimaan siswa baru. 

“Kalau seperti ini masyarakat juga lebih percaya karena semua proses dilakukan terbuka dan sesuai aturan. Semoga sampai pengumuman nanti semuanya tetap berjalan lancar,” tukasnya.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Penulis : Dani

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses