Ketua Banggar DPR Prediksi Anggaran MBG Turun Signifikan 2027: Tidak Lebih Rp 174 Triliun

Ilustrasi MBG (Suara.com/Iman Firmansyah)

JAKARTA, inibalikpapan.com – Anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 kemungkinan mengalami penurunan signifikan. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah memperkirakan kebutuhan anggaran program unggulan pemerintah itu hanya sekitar Rp174 triliun, lebih rendah ketimbang proyeksi awal sebesar Rp268 triliun.

Menurut Said, penurunan anggaran bukan berarti mengurangi kualitas layanan, melainkan hasil dari penyesuaian kebutuhan riil di lapangan dan upaya meningkatkan efisiensi pelaksanaan program.

“Hitungan saya, kalau juga di luar anggaran pendidikan ada anggaran kesehatan yang masuk seperti stunting dan ibu hamil, itu tidak lebih dari Rp174 triliun,” kata Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Efisiensi Berasal dari Penyesuaian SPPG

Said menjelaskan, salah satu faktor utama yang membuat kebutuhan anggaran menurun adalah penyesuaian jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Semula pemerintah memperkirakan membutuhkan sekitar 27.000 titik SPPG, namun setelah evaluasi, kebutuhan cukup sekitar 21.000 titik.

Selain itu, perhitungan anggaran juga disesuaikan dengan target penerima manfaat yang diperkirakan mencapai 84 juta siswa di seluruh Indonesia.

“Kita ingin melihat dulu dari 27.000 titik SPPG, seharusnya itu kan 21.000 kebutuhannya. Kemudian tinggal menghitung kebutuhan untuk melayani 84 juta siswa,” ujarnya.

Fokus pada Tata Kelola dan Kualitas Gizi

Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu menegaskan pembahasan program MBG seharusnya tidak hanya berfokus pada besarnya anggaran.

Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah memastikan tata kelola program berjalan baik sehingga kualitas makanan bergizi yang diterima peserta tetap terjaga.

“Yang penting menjaga tata kelola dan kualitas gizi yang diterima oleh anak didik kita. Maka dengan penurunan anggaran itu, kualitasnya akan tetap terjaga,” tegas Said.

Ia menilai efisiensi anggaran justru harus beriringan dengan pengawasan yang lebih baik agar distribusi makanan bergizi berjalan efektif dan tepat sasaran.

Masih Menunggu Pembahasan APBN 2027

Meski telah menyampaikan proyeksi kebutuhan anggaran sebesar Rp174 triliun, Said menegaskan angka tersebut belum bersifat final.

Besaran anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2027 masih akan mereka bahas bersama pemerintah dalam proses penyusunan APBN 2027.

Keputusan akhir mengenai pagu anggaran targetnya mereka sepakati pada pembahasan APBN yang jadwalnya berlangsung pada September 2026.

“Ketoknya nanti di bulan September. Kan harus sama pemerintah, masa Banggar sendiri yang ketok? Kalau diketok sendiri palunya juga enggak laku,” ujarnya.

Program Strategis Pemerintah

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah sekaligus menekan angka stunting.

Selain menyasar peserta didik, program ini juga mencakup kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita, sehingga kebutuhan pendanaannya melibatkan sektor pendidikan maupun kesehatan.

Dengan adanya evaluasi terhadap jumlah fasilitas pelayanan dan kebutuhan riil penerima manfaat, DPR berharap pelaksanaan MBG pada 2027 dapat berjalan lebih efisien tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.***

Penulis: Donny Moslem
Sumber: Suara.com
Editor: Donny

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses