Bidik Wilayah Utara Jadi Pusat Ekonomi Baru, Pemkot Balikpapan Pacu Infrastruktur dan Pasar Rakyat
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan tengah serius menggarap pengembangan wilayah utara kota sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Melalui program Kawasan Strategis Nasional Perkotaan (KSNP), pembangunan infrastruktur terintegrasi kini menjadi prioritas utama guna membuka isolasi akses dan memperluas jangkauan pasar bagi masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma, menegaskan bahwa konektivitas jalan hingga ke pelosok permukiman adalah fondasi awal penggerak roda ekonomi.
“Ketika akses terbuka, aktivitas ekonomi akan ikut bergerak. Dari situ akan tumbuh pusat-pusat ekonomi baru yang mampu menggerakkan usaha masyarakat,” jelas Heruressandy.
Pasar Rakyat dan Penguatan UMKM
Mengingat wilayah Balikpapan Utara didominasi oleh kawasan permukiman yang padat, pemerintah berencana membangun pasar rakyat sebagai pusat transaksi yang inklusif. Kehadiran pasar ini diproyeksikan menjadi wadah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk memasarkan produk mereka dengan lebih mudah.
Tak hanya fokus pada fisik bangunan, DKUMKMP juga intens memberikan edukasi kepada para pelaku usaha. Fokusnya meliputi:
- Tata Kelola Usaha: Manajemen keuangan dan operasional yang profesional.
- Kualitas Produk: Standarisasi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
- Kemitraan: Membangun jaringan bisnis yang mandiri dan berkelanjutan.
Dukungan Kebutuhan Dasar: Distribusi Tabung Gas
Sebagai langkah konkret mendukung keberlangsungan usaha kecil, pemerintah juga menyiapkan program distribusi tabung gas. Rencananya, akan disalurkan sekitar 300 unit tabung gas per kelurahan bagi tiga kelompok sasaran prioritas.
Jika terealisasi di seluruh 34 kelurahan di Balikpapan, program ini diharapkan dapat menekan biaya operasional pelaku usaha mikro sekaligus menjamin ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat.
Sinergi Lintas Sektor dan Pihak Swasta
Heruressandy mengakui bahwa tantangan administratif masih ada. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat, termasuk menjalin komunikasi intensif dengan pihak swasta seperti Pertamina.
“Kami terus membangun komunikasi agar kendala administratif bisa segera diselesaikan. Sinergi ini penting agar program dapat berjalan sesuai rencana,” tuturnya.
Pemerintah Kota Balikpapan optimistis bahwa wilayah utara bukan lagi sekadar kawasan penyangga, melainkan motor penggerak ekonomi yang inklusif. Infrastruktur yang dibangun diharapkan tidak hanya memangkas jarak, tetapi juga mendekatkan peluang kesejahteraan bagi seluruh warga.
BACA JUGA
