38 Desa di Kaltim Telah Dialiri Listrik PLN, Target 100 Persen Tahun 2027
SAMARINDA, Inibalikpapan.com — Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memerangi kegelapan di pelosok Benua Etam membuahkan hasil nyata. Dalam satu tahun kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, sebanyak 38 desa baru di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) kini telah berhasil dialiri listrik PLN.
Capaian ini menjadi langkah strategis dalam mengejar target rasio desa berlistrik 100 persen yang dicanangkan pemerintah provinsi.
Sisa 72 Desa Menuju Kaltim Terang 2027
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, merinci progres signifikan dari program pemerataan energi ini. Dari total 1.038 desa yang tersebar di seluruh Kalimantan Timur, jumlah desa yang belum terjangkau listrik PLN kini terus menyusut.
“Sebelumnya, 928 desa sudah berlistrik PLN, sementara 110 desa masih menggunakan listrik non-PLN. Dalam satu tahun terakhir, bertambah 38 desa yang kini teraliri listrik PLN,” jelas Bambang di Samarinda, Selasa (14/4/2026).
Dengan tambahan 38 desa tersebut, saat ini hanya tersisa 72 desa lagi yang menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov Kaltim dan PT PLN (Persero).
Kolaborasi Strategis Program Lisdes
Keberhasilan ini merupakan buah dari pelaksanaan Program Listrik Desa (Lisdes) periode 2025–2026. Program ini merupakan bentuk kolaborasi erat antara Pemprov Kaltim dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kaltimra.
Sinergi ini bertujuan untuk memastikan infrastruktur kelistrikan mampu menjangkau wilayah dengan tantangan geografis yang sulit. Bambang menegaskan bahwa akses listrik bukan sekadar penerangan, melainkan pendorong utama roda ekonomi dan kualitas pendidikan di desa.
“Ini komitmen bersama untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk di daerah terpencil, dapat menikmati akses listrik yang layak. Target kami, pada tahun 2027 seluruh desa di Kaltim sudah 100 persen teraliri listrik PLN,” tegasnya.
Dampak Nyata Bagi Masyarakat 3T
Hadirnya listrik di 38 desa tersebut diharapkan mampu memicu pertumbuhan usaha kecil menengah (UKM) desa dan meningkatkan standar pelayanan publik di tingkat kelurahan/desa. Program Lisdes akan terus dipacu pada tahun 2026 ini untuk menyelesaikan sisa 72 desa yang masih menanti kehadiran aliran listrik negara. / Pemprov
BACA JUGA
