UMKM Kaltim Tembus Pasar Malaysia: Sektor F&B Tumbuh Pesat 15 Persen, Siap Go Global!

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Provinsi Kaltim menggelar Business Matching bersama Malaysia International Islamic Chamber of Commerce and Industry (MIICCI) di Samarinda, Selasa (14/4/2026)
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Provinsi Kaltim menggelar Business Matching bersama Malaysia International Islamic Chamber of Commerce and Industry (MIICCI) di Samarinda, Selasa (14/4/2026) (foto : Pemprov)

SAMARINDA, Inibalikpapan.com — Upaya melepaskan ketergantungan ekonomi Kalimantan Timur dari sektor migas dan batu bara terus menunjukkan hasil positif. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Provinsi Kaltim menggelar Business Matching bersama Malaysia International Islamic Chamber of Commerce and Industry (MIICCI) di Samarinda, Selasa (14/4/2026).

Langkah strategis ini difokuskan untuk membuka pintu pasar internasional bagi produk unggulan Benua Etam, terutama di sektor makanan dan minuman (Food and Beverage/F&B).

Sektor F&B Jadi “Primadona” Baru Ekonomi Kaltim

Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Prov Kaltim, Ujang Rachmad, mengungkapkan fakta menarik mengenai pergeseran tren ekonomi daerah. Meski kontribusi sektor F&B terhadap perekonomian daerah saat ini baru sebesar 1,31 persen, namun angka pertumbuhannya sangat fantastis.

“Sektor makanan dan minuman mencatat pertumbuhan tertinggi mencapai 15,96 persen. Sebagai perbandingan, sektor migas dan batu bara yang kontribusinya besar hanya tumbuh sekitar 0,45 persen,” papar Ujang.

Data ini menjadi sinyal kuat bahwa UMKM sektor F&B memiliki potensi raksasa sebagai penggerak ekonomi baru di Kaltim yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Gandeng MIICCI Malaysia: Jamin Keamanan Bisnis Lintas Negara

Kolaborasi dengan MIICCI bukan sekadar mempertemukan penjual dan pembeli. Presiden MIICCI, Tuan Haji Muhammad Fahmi, menegaskan bahwa pihaknya berperan sebagai fasilitator yang menjamin keamanan transaksi bisnis internasional.

“Peran MIICCI adalah mengurangi risiko dan meningkatkan kepercayaan dalam kemitraan bisnis, sekaligus meminimalkan risiko penipuan (scam), kecurangan (fraud), serta pelanggaran lainnya,” ujar Fahmi.

Ia menambahkan bahwa program ini adalah awal dari upaya memperkuat ekosistem industri halal global. MIICCI berharap produk UMKM Kaltim tidak hanya berhenti di pasar Malaysia, tetapi mampu menjangkau pasar Asia hingga merambah Eropa.

Belajar Strategi Pembinaan UMKM Internasional

Selain transaksi dagang, agenda ini menjadi sarana studi banding bagi Pemerintah Provinsi Kaltim. Pemprov berupaya memahami kebijakan pembinaan UMKM di Malaysia yang memiliki pendekatan unik di setiap negara bagiannya untuk kemudian diadaptasi di Kalimantan Timur.

Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, antara lain:

  • Heni Purwaningsih (Kepala DPPKUKM Kaltim)
  • Tuan Mohd Redza Ab Malek (Ketua Pegawai Eksekusi Malaysia)
  • Putri Amanda Nurramadhani (Ketua Kadin Kaltim terpilih)
  • Para pelaku UMKM unggulan Kaltim.

Dengan adanya Business Matching ini, UMKM Kaltim diharapkan tidak lagi hanya “jago kandang”, melainkan mampu bersaing secara kualitas dan standar internasional di pasar global. / Pemprov

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses