Prabowo Tegaskan Investasi Rp1.010 Triliun Tak Boleh Cuma Jadi Angka: Harus Ciptakan Pekerjaan

Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat (14/8/2026), (foto : HUMAS MENPANRB)
Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat (14/8/2026), (foto : HUMAS MENPANRB)

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan investasi dan pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti sebagai angka statistik, tetapi harus bermuara pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menyampaikan optimisme ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang masih dibayangi konflik geopolitik, perang dagang, serta gangguan rantai pasok.

Menurutnya, kondisi global tersebut justru menuntut Indonesia semakin mampu berdiri di atas kekuatan ekonominya sendiri.

“Dalam keadaan seperti ini, Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” ujar Prabowo, dikutip dari channel youtube Sekretariat Presiden.

Investasi Rp1.010 Triliun dalam Enam Bulan

Prabowo mengungkapkan realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931 triliun.

Investasi tersebut, menurutnya, berhasil menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.

Tren positif berlanjut pada semester pertama 2026. Prabowo menyebut realisasi investasi telah mencapai Rp1.010 triliun dengan penciptaan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.

“Pada semester pertama 2026, realisasi investasi mencapai 1.010 triliun Rupiah dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja,” katanya.

Capaian tersebut disebut sebagai bukti bahwa ketidakpastian ekonomi global belum menghambat masuknya investasi ke Indonesia.

Pertumbuhan Ekonomi Disebut Tertinggi 13 Tahun

Tak hanya investasi, Prabowo juga menyoroti pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menyebut ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tumbuh 5,61 persen, sementara pertumbuhan pada semester pertama 2026 mencapai 5,45 persen.

Menurut Prabowo, angka tersebut menjadi pertumbuhan kuartal pertama dan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

Namun, Presiden mengingatkan pemerintah tidak boleh menjadikan angka pertumbuhan ekonomi sebagai tujuan akhir.

Prabowo: Investasi Harus Ciptakan Pekerjaan

Prabowo menekankan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan bukan semata-mata besarnya investasi yang masuk ataupun tingginya pertumbuhan ekonomi.

Orientasi akhirnya adalah kesejahteraan rakyat.

“Pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Karena itu, ia menegaskan setiap investasi yang masuk harus memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja.

“Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan. Setiap kebijakan harus memperbaiki kehidupan rakyat,” ujar Prabowo.

Ia memastikan prinsip tersebut menjadi arah utama pemerintah dalam mengelola perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.

Penulis : Abraham Johan

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses