Pelayanan Kepemudaan 2026, Dongkrak Indeks Pembangunan Pemuda

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat komitmen dalam membangun generasi muda sebagai fondasi utama masa depan daerah. 

Melalui Rapat Koordinasi Strategis Lintas Sektor Pelayanan Kepemudaan yang digelar Kamis (30/4/2026), arah pembangunan pemuda tahun 2026 ditegaskan tidak lagi berjalan parsial, melainkan berbasis kolaborasi menyeluruh guna meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP).

Forum strategis ini menjadi titik awal penyusunan implementasi Rencana Aksi Daerah (RAD) Pelayanan Kepemudaan 2026 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari organisasi perangkat daerah, komunitas kepemudaan, hingga unsur strategis lintas sektor.

 Fokusnya bukan sekadar merancang program administratif, tetapi membangun ekosistem pelayanan pemuda yang terukur, adaptif, dan menjawab tantangan zaman.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kalimantan Timur, Arih Franata Filifus Sembiring (AFF Sembiring), menegaskan bahwa pembangunan pemuda harus ditempatkan sebagai investasi strategis jangka panjang.

“Pemuda bukan hanya penerus, tetapi penentu arah pembangunan. Karena itu, pelayanan kepemudaan harus dirancang secara terintegrasi melalui sinergi pendidikan, kewirausahaan, kesehatan, partisipasi sosial, hingga kepemimpinan. Masa depan daerah sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya hari ini,” ujar AFF Sembiring.

Menurut dia, peningkatan IPP bukan sekadar capaian angka statistik, melainkan indikator nyata keberhasilan daerah dalam menyiapkan generasi yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter kebangsaan. 

Di tengah percepatan transformasi digital, perubahan sosial, serta dinamika dunia kerja, pemuda membutuhkan ruang yang mampu mendorong kreativitas sekaligus memperkuat arah pembangunan karakter.

RAD 2026, lanjutnya, diharapkan menjadi instrumen konkret untuk memastikan kebijakan kepemudaan benar-benar hadir dalam bentuk program nyata, seperti peningkatan kapasitas, akses peluang usaha, ruang inovasi, serta penguatan wawasan kebangsaan.

Balikpapan menempatkan pembangunan manusia sebagai pilar penting selain pembangunan fisik. Kota ini menyadari bahwa infrastruktur yang maju harus ditopang sumber daya manusia yang sehat, terdidik, kreatif, dan berintegritas.

Rakor ini sekaligus mempertegas bahwa membangun kota masa depan tidak cukup hanya melalui beton dan jalan raya, tetapi juga melalui investasi pada pemuda yang memiliki kepedulian sosial, cinta daerah, dan keberanian mengambil peran.

Dengan sinergi lintas sektor yang semakin kuat, Balikpapan sedang merancang lebih dari sekadar agenda kepemudaan. Kota ini tengah menyiapkan generasi arsitek masa depan—pemuda yang diharapkan mampu membawa Balikpapan tumbuh sebagai kota yang maju, inklusif, dan berdaya saing.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses