Parkir meter di jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gunung Sari Ilir

Dari Rp 10 Miliar, Target Retribusi Parkir Balikpapan Diturunkan Jadi Rp 3,5 Miliar

BALIKPAPAN, Inibalikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan menurunkan target retribusi parkir tepi jalan dari sebelumnya Rp 10 miliar menjadi hanya Rp 3,5 miliar. Pasalnya, hingga September realisasi retribusi parkir baru sekitar Rp 2 miliar.

“Ada perubahan target PAD dari retribusi parkir tepi jalan ini. Karena untuk mencapai Rp 10 miliar masih jauh,” ujar Kepada Unit Pengelolaan Tekhnis (UPT) Pengelolaan Parkir Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Hikmatullah

Menurutnya, perubahan target retribusi parkir tepi jalan itu dilakukan, karena untuk mencapai Rp 5 miliar saja hingga akhir tahun agak kesulitan. Hal itu juga jika melihat perolehan retribusi parkir tidak pernah lebih dari Rp 3 miliar.

“Masuk di perubahan. Kami mengikuti dari pimpinan. Mencapai Rp 5 miliar saja tidak memungkinkan karena tren per bulan hanya Rp 300 juta,” sebutnya. Ini berasal dari gabungan parkir tepi jalan binaan Dishub dan parkir elektronik.

Dia mengungkapkan, selama ini yang menjadi kendala diantaranya berkaitan dengan rekrutmen juru parkir binaan. Karena masih banyak juru parkir yang menghindar, sehingga masih harus berkejar-kejaran dengan para jukir tersebut.

“Target tersebut diturunkan karena masih banyak potensi yang belum berhasil dibina Dinas Perhubungan Balikpapan,” ujarnya.

 Jika melihat penerimaan retribusi parkir tepi jalan Dinas Perhubungan Kota Balikpapan dalam dua tahun terakhir atau sejak 2017 hasil retribusi parkir hanya mencapai Rp 1,5 miliar. Kemudian pada tahun 2018 naik menjadi Rp 3 miliar.

Beberapa titik parkir yang menjadi binaan Dinas Perhubungan Kota Balikpapan paling banyak berada di Jalan Ahmad Yani, Jalan MT Haryono, dan Jalan Jenderal Sudirman. Selain itu juga ada di Balikpapan Selatan, yaitu Jalan Ruhui Rahayu, kawasan Taman Tiga Generasi.

“Kalau di Balikpapan Timur Jalan Mulawarman. Yang masih belum kebanyakan di Balikpapan Barat. Tapi sebagian juga sudah kami bina. Jadi yang paling banyak belum dibina di Balikpapan Barat dan Utara,” ujarnya.

Baca juga ini :  Rustam Jaseli : Karena yang Melarang Saat Ini Adalah SK Wali Kota dan Itu Perlu Dikaji

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.