Dinsos Balikpapan Dorong KPM PKH Naik Kelas Lewat Penguatan Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Sosial Kota Balikpapan terus mendorong keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) agar mampu mandiri secara ekonomi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi bagi KPM PKH di Kecamatan Balikpapan Tengah sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan.

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan Arfiansyah mengatakan, PKH tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas keluarga penerima manfaat agar mampu keluar dari ketergantungan terhadap bantuan pemerintah.

“Program Keluarga Harapan bukan hanya memberikan bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana para KPM memiliki kemampuan untuk berkembang, mandiri, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujar Arfiansyah, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut peserta dibekali berbagai materi yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan rumah tangga, penguatan kapasitas diri, perencanaan ekonomi keluarga, hingga pemanfaatan peluang usaha sesuai potensi yang dimiliki masing-masing keluarga.

“Kami ingin membangun semangat dan kepercayaan diri para KPM agar berani memulai usaha atau mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Dengan begitu, mereka memiliki sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan,” katanya.

Menurut Arfiansyah, perubahan pola pikir menjadi salah satu aspek penting dalam pemberdayaan masyarakat. KPM diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi mampu menjadi pribadi yang produktif dan berkontribusi terhadap perekonomian keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Mindset harus berubah. Bantuan sosial menjadi stimulus untuk bangkit, bukan membuat masyarakat bergantung. Tujuan akhirnya adalah menciptakan keluarga yang mandiri secara ekonomi,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan PKH tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan kepada masyarakat, melainkan juga dari jumlah keluarga yang berhasil meningkatkan taraf hidup hingga mampu keluar atau graduasi dari program tersebut.

“Kalau semakin banyak KPM yang graduasi karena ekonominya sudah membaik, berarti tujuan program ini berhasil. Itu yang terus kami dorong melalui berbagai kegiatan pemberdayaan,” ucapnya.

Arfiansyah juga menekankan pentingnya sinergi antara Dinas Sosial, pendamping PKH, pemerintah kecamatan, serta masyarakat dalam mendampingi keluarga penerima manfaat. Pendampingan yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci agar ilmu yang diperoleh selama sosialisasi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap pendamping terus mengawal para KPM, sehingga ilmu yang diperoleh tidak berhenti saat sosialisasi saja, tetapi benar-benar diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial Kota Balikpapan berharap semakin banyak keluarga penerima manfaat yang mampu membangun usaha produktif, meningkatkan kesejahteraan, dan secara bertahap lepas dari ketergantungan terhadap bantuan sosial. Dengan demikian, upaya pengentasan kemiskinan di Kota Balikpapan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses