Pemadaman Bergilir Listrik Berpotensi Ganggu Layanan Air Bersih PTMB di Balikpapan

Direktur Operasional PTMB, Ali Rachman, mengatakan bahwa selama proses perbaikan ini, layanan air di wilayah IPA Kampung Damai akan menurun sekitar ±11 persen. (Foto: Tangkpaan Layar)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Rencana pemadaman bergilir aliran listrik di Kota Balikpapan diperkirakan akan berdampak pada pelayanan air bersih yang dikelola PT Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).

Gangguan pasokan listrik tersebut diperkirakan berlangsung hingga satu bulan akibat kerusakan pada dua pembangkit listrik, yakni PLTU Tanjung Batu dan PLTGU Handil.

Direktur Operasional PTMB, Ali Rachman AS, mengatakan pihaknya telah mengajukan permohonan kepada PLN agar tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) utama tidak masuk dalam jadwal pemadaman bergilir. Ketiga instalasi tersebut meliputi IPA Kilometer 12, IPA Kilometer 8, dan IPA Kampung Damai.

Menurut Ali, ketiga IPA tersebut merupakan tulang punggung pelayanan air bersih bagi sebagian besar pelanggan di Balikpapan. Karena itu, pasokan listrik yang stabil menjadi faktor penting untuk menjaga kontinuitas distribusi air.

“Yang kami minta pertama adalah menjaga pasokan listrik untuk tiga IPA utama tersebut agar tidak terkena pemadaman bergilir. Karena kalau listrik padam, pelayanan air bersih tidak bisa berjalan maksimal meskipun kami menggunakan genset,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, PTMB memang memiliki generator set (genset) sebagai sumber listrik cadangan. Namun, kemampuan genset hanya mampu menopang sekitar 80 hingga 90 persen kapasitas operasional instalasi pengolahan air.

Selain keterbatasan kapasitas, penggunaan genset juga memiliki risiko teknis yang cukup besar. Salah satunya adalah potensi terjadinya water hammer, yaitu lonjakan tekanan air akibat perpindahan mendadak dari sumber listrik PLN ke genset maupun sebaliknya.

Ali menjelaskan, fenomena tersebut dapat menyebabkan tekanan air berbalik arah sehingga menghantam jaringan perpipaan hingga pompa instalasi. Jika terjadi secara berulang, kondisi ini berpotensi menimbulkan kerusakan pada infrastruktur distribusi air.

“Ketika terjadi perpindahan dari listrik PLN ke genset, tekanan air bisa berbalik arah. Dampaknya dapat menghantam pipa bahkan pompa. Inilah yang kami khawatirkan,” katanya.

Antisipasi Pipa Bocor

Selain meminta agar tiga IPA utama diprioritaskan tetap mendapat pasokan listrik, PTMB juga berharap PLN dapat memberikan informasi lebih awal apabila akan melakukan pemeliharaan jaringan maupun pemadaman terencana.

Pemberitahuan tersebut dinilai penting agar perusahaan memiliki waktu melakukan penyesuaian operasional serta langkah mitigasi untuk meminimalkan gangguan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berharap setiap ada pemeliharaan atau perbaikan jaringan, kami diberi informasi jauh-jauh hari. Kalau tidak ada pemberitahuan, ketika terjadi pipa bocor atau pecah tentu akan mengganggu aliran air kepada pelanggan,” ujarnya.

Hingga saat ini, dampak gangguan listrik yang dirasakan PTMB masih sebatas kerusakan pada jaringan distribusi utama (JDU). Meski belum memengaruhi pompa instalasi, kerusakan pada jaringan utama tetap berdampak terhadap kelancaran distribusi air ke pelanggan.

“Alhamdulillah belum sampai ke pompa. Yang terdampak masih di pipa, tetapi yang rusak merupakan jaringan distribusi utama sehingga tetap berpengaruh terhadap penyaluran air,” pungkas Ali.

PTMB berharap koordinasi yang baik dengan PLN dapat terus dilakukan selama masa gangguan pembangkit berlangsung, sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat Balikpapan tetap dapat berjalan semaksimal mungkin.***

Penulis : Dani

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses