Dinsos Balikpapan Perkuat Pendataan Lansia yang Hidup Sendiri

Petugas Dinsos Balikpapan melakukan proses evakuasi lansia di wilayah Gunung Sari Ulu.(Foto:Ist/Inibalikpapan.com).

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus memperkuat perhatian terhadap kelompok lanjut usia (lansia), khususnya mereka yang hidup seorang diri dan jauh dari keluarga. Pendataan serta pemantauan dinilai penting agar lansia yang membutuhkan bantuan dapat segera mendapatkan penanganan.

Kepala Dinsos Kota Balikpapan Arfiansyah mengatakan, keberadaan lansia yang tinggal sendirian perlu menjadi perhatian bersama. Tidak hanya pemerintah, lingkungan sekitar dan keluarga juga memiliki peran dalam memastikan kondisi lansia tetap terpantau.

Menurutnya, lansia yang hidup sendiri memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi, terutama ketika mengalami persoalan kesehatan maupun kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Lansia yang tinggal sendiri tentu menjadi perhatian kami. Kami perlu memastikan kondisi mereka, apakah masih bisa memenuhi kebutuhan sendiri atau memang membutuhkan pendampingan,” ujar Arfiansyah.

Salah satu penanganan dilakukan terhadap seorang lansia yang tinggal seorang diri di RT 23, Kelurahan Gunung Sari Ulu, Kecamatan Balikpapan Tengah. Dinsos bersama pihak kelurahan melakukan evakuasi setelah mengetahui kondisi lansia tersebut.

Setelah dievakuasi, lansia tersebut selanjutnya akan dirawat di Samarinda. Langkah itu dilakukan agar yang bersangkutan dapat berada lebih dekat dengan keluarganya sehingga pengawasan dan pendampingan dapat dilakukan secara lebih optimal.

Arfiansyah menjelaskan, penanganan terhadap lansia tidak selalu harus dilakukan dengan menempatkan mereka di fasilitas sosial. Apabila masih memiliki keluarga yang mampu memberikan perawatan, pendekatan keluarga menjadi pilihan yang diutamakan.

“Kami tentu melihat kondisi masing-masing. Kalau masih ada keluarga dan memungkinkan untuk dirawat oleh keluarga, tentu itu yang lebih baik,” katanya.

Lakukan Proses Pemetaan

Karena itu, Dinsos mendorong agar keberadaan lansia yang hidup sendiri dapat dilaporkan sejak awal. Informasi dari RT, kelurahan maupun masyarakat sekitar menjadi penting untuk membantu pemerintah melakukan pemetaan terhadap kelompok rentan.

Arfiansyah menambahkan, pendataan bukan hanya untuk mengetahui jumlah lansia, tetapi juga melihat kondisi sosial mereka. Dengan data tersebut, pemerintah dapat menentukan bentuk intervensi yang sesuai, mulai dari pemantauan hingga bantuan dan pendampingan.

“Yang paling penting jangan sampai ada lansia yang tinggal sendiri kemudian tidak diketahui kondisinya. Kami berharap lingkungan bisa ikut memperhatikan dan menyampaikan kepada pemerintah apabila ada yang membutuhkan,” jelasnya.

Dinsos juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam melakukan pemantauan terhadap masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial.

Menurut Arfiansyah, perhatian terhadap lansia perlu dilakukan secara berkelanjutan. Penanganan tidak cukup hanya ketika terjadi kondisi darurat, tetapi harus disertai pemantauan agar kebutuhan mereka dapat diketahui lebih cepat.

Melalui penguatan pendataan dan kolaborasi dengan lingkungan, Dinsos berharap lansia di Balikpapan, terutama yang hidup seorang diri, tetap mendapatkan perhatian, perlindungan dan pendampingan yang layak.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Penulis : Dani

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses