Pantai Dusit Disiapkan Jadi Destinasi Bahari Baru Balikpapan, Tinggal Tunggu Penataan
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Pantai Dusit di kawasan Markoni mulai dilirik sebagai calon destinasi wisata bahari baru di Balikpapan. Lokasinya yang dekat pusat kota menjadi nilai lebih, namun penataan kawasan dan keterlibatan warga masih menjadi pekerjaan rumah sebelum potensi itu benar-benar bisa dimaksimalkan.
Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) menilai ramainya aktivitas masyarakat di Pantai Dusit menjadi modal awal untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi destinasi wisata yang lebih tertata.
Kepala Disparpora Balikpapan Ratih Kusuma mengatakan, pengembangan Pantai Dusit tak cukup hanya dengan membangun fasilitas. Menurutnya, warga sekitar harus dilibatkan melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar pengelolaan kawasan bisa berjalan berkelanjutan.
“Ini berpotensi dijadikan satu destinasi utama bahari. Hanya memang harus dibentuk kelompok sadar wisata yang melibatkan masyarakat yang ada di sekitar,” kata Ratih, Sabtu (5/9/2026).
Meski peluangnya besar, pengembangan Pantai Dusit masih terkendala persoalan lahan. Ketersediaan ruang dinilai menjadi syarat penting agar kawasan bisa ditata dengan baik, mulai dari fasilitas pendukung, area aktivitas wisata, hingga aspek keamanan pengunjung.
Ratih menyebut, setelah persoalan lahan selesai, pemerintah akan lebih mudah membangun citra kawasan melalui penambahan berbagai atraksi wisata.
“Kalau sudah ada lahannya, bisa kita branding. Tinggal ditambah atraksi-atraksi agar bisa menarik pengunjung dan pengelolaannya juga lebih mudah dikontrol,” ujarnya.
Keunggulan lain Pantai Dusit adalah aksesnya yang mudah dijangkau dari pusat kota. Kondisi ini membuat kawasan tersebut berpeluang menjadi alternatif wisata singkat bagi warga Balikpapan tanpa harus bepergian jauh ke pantai lain.
Disparpora pun membuka ruang pendampingan apabila rencana pengembangan mulai dilakukan lebih serius. Komunikasi antara pemerintah, masyarakat, dan pengelola disebut menjadi fondasi sebelum penataan kawasan dijalankan.
Wisata Harus Sejalan dengan Kepedulian Lingkungan
Selain penataan destinasi, Disparpora menekankan pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir. Ratih menilai tanggung jawab merawat pantai tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
Ia mendorong kegiatan bersih-bersih yang melibatkan masyarakat dan generasi muda dilakukan secara rutin, bahkan bisa diperluas ke rumah ibadah maupun ruang publik lainnya.
“Kita ingin mengajak generasi muda dan masyarakat untuk kembali peduli terhadap lingkungan. Tidak hanya di pantai, tetapi juga bisa dilakukan di rumah ibadah dan ruang-ruang publik lainnya,” tuturnya.
Jika penataan berjalan sesuai rencana, Pantai Dusit berpeluang menjadi contoh bagaimana ruang publik di tengah kota dapat berkembang menjadi destinasi wisata bahari yang memberi manfaat bagi warga sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungannya.***
Penulis: Samsul
Editor: Rizki
BACA JUGA
