Disdikbud Balikpapan Prioritaskan SMP dan TK Negeri di Grand City
Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan memutuskan menunda pembangunan sekolah terpadu di kawasan Balikpapan Islamic Center pada tahun 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari penyesuaian anggaran sekaligus perubahan prioritas pembangunan sektor pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan, keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi membuat pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan proyek pembangunan yang dijalankan tahun ini.
“Dengan kondisi anggaran yang terbatas karena efisiensi, kami harus menetapkan prioritas. Untuk saat ini, hanya satu lokasi yang dipertahankan, yaitu di kawasan Grand City untuk pembangunan SMP dan TK negeri,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Menurut Irfan, pembangunan fasilitas pendidikan di wilayah Balikpapan Utara dinilai lebih mendesak untuk mendukung pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat yang terus bertambah di kawasan tersebut.
Saat ini, proyek pembangunan SMP dan TK negeri di kawasan Grand City telah memasuki tahap lelang. Pemerintah menargetkan proses tersebut segera rampung agar pekerjaan fisik bisa langsung dimulai.
“Prosesnya masih lelang. Kami targetkan bulan ini sudah ada pemenang, sehingga pembangunan bisa langsung dikerjakan,” katanya.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, pemerintah kota telah menyiapkan anggaran sekitar Rp23 miliar.Pembangunan sekolah baru itu diharapkan mampu menjawab kebutuhan sarana pendidikan di Balikpapan Utara yang mengalami pertumbuhan penduduk cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, penundaan pembangunan sekolah terpadu di kawasan BIC belum dipastikan hingga kapan akan berlangsung. Pemerintah menyatakan proyek tersebut akan kembali dipertimbangkan setelah kondisi keuangan daerah dinilai lebih memungkinkan.
Sebelumnya, kawasan Balikpapan Islamic Center direncanakan menjadi pusat pendidikan terpadu yang mencakup berbagai jenjang pendidikan dalam satu kawasan. Namun, keterbatasan fiskal membuat realisasi proyek harus ditunda sementara waktu.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
BACA JUGA
