Industri Sawit Kaltim Tahan Tekanan Global, Palma Serasih Buktikan Itu Lewat Laba Terbaru

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – PT Palma Serasih Tbk mencatat laba bersih Rp442,8 miliar sepanjang 2025, naik 26,3 persen ketimbang tahun sebelumnya yang sebesar Rp350,6 miliar. Kinerja ini ditopang pendapatan yang mencapai Rp2,55 triliun atau tumbuh sekitar 20 persen secara tahunan, di tengah dinamika industri kelapa sawit global dan fluktuasi harga komoditas.

Perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Timur ini menyebut peningkatan produktivitas kebun serta disiplin dalam pengelolaan biaya menjadi faktor utama yang menjaga kinerja tetap positif. Dari sisi profitabilitas, EBITDA tercatat Rp752,3 miliar dengan margin sekitar 29,5 persen, mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan efisiensi operasional.

Sepanjang tahun berjalan, Palma Serasih mencatat produksi tandan buah segar (TBS) inti sebesar 355,2 ribu ton, dengan produksi crude palm oil (CPO) mencapai 140,2 ribu ton. Produktivitas kebun inti berada di level 17,8 ton per hektare, yang masih berpotensi meningkat seiring usia tanaman yang menuju masa optimal.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan, Astrida Niovita Bachtiar, mengatakan capaian tersebut menjadi dasar bagi perusahaan untuk melanjutkan pertumbuhan di tahun berikutnya. Ia menyebut strategi perusahaan ke depan akan tetap berfokus pada peningkatan produktivitas dan efisiensi, disertai ekspansi usaha secara selektif.

Di sisi lain, perusahaan juga menegaskan komitmennya terhadap praktik keberlanjutan melalui kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE) yang diterapkan di seluruh area operasional. Palma Serasih saat ini mengelola lebih dari 28 ribu hektare lahan inti dan plasma di Kalimantan Timur, serta menjalankan kemitraan petani yang telah berlangsung sejak 2009.

Dalam aspek lingkungan, perusahaan turut mengalokasikan kawasan bernilai konservasi tinggi untuk dilindungi serta menjalankan program pengelolaan bentang alam di wilayah Wehea-Kelay. Upaya perlindungan biodiversitas juga dilakukan melalui kerja sama dengan organisasi konservasi, termasuk program rehabilitasi habitat orangutan.

Memasuki 2026, perusahaan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan dengan tetap menjaga keseimbangan antara kinerja operasional dan penerapan prinsip lingkungan serta sosial dalam kegiatan usaha.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses