Dituntut 18 Tahun Penjara & Ganti Rugi Rp5,6 Triliun, Begini Respon Nadiem Makarim

JAKARTA, Inibalikpapan.com — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung menjatuhkan tuntutan berat terhadap Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim.

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/5/2026), Nadiem dituntut hukuman 18 tahun penjara atas kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM).

Tuntutan Fantastis: Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Selain hukuman fisik, jaksa membebankan denda Rp1 miliar serta uang pengganti dengan nilai total yang mencengangkan, yakni Rp5,6 triliun.

  • Denda Rp1 Miliar: Jika tidak dibayar, harta terdakwa akan disita atau diganti kurungan 190 hari.
  • Uang Pengganti Rp5,6 Triliun: Terdiri dari komponen Rp809,5 miliar dan Rp4,8 triliun. Jika dalam satu bulan setelah putusan tetap tidak dibayarkan, Nadiem terancam tambahan pidana penjara selama 9 tahun.
  • Total Potensi Penjara: Nadiem menyebut akumulasi tuntutan fisiknya bisa mencapai 27 tahun jika gagal membayar uang pengganti.

Jaksa menduga Nadiem menerima keuntungan pribadi sebesar Rp809 miliar dari proyek digitalisasi pendidikan tahun 2019–2022 tersebut, sementara kerugian negara ditaksir mencapai Rp2,1 triliun.

Reaksi Nadiem: “Tuntutan Melebihi Teroris”

Usai persidangan, Nadiem Makarim mengungkapkan kekecewaan mendalam dan menilai tuntutan jaksa tidak realistis. Ia menyebut valuasi yang digunakan jaksa merupakan “kekayaan fiktif”.

“Total kekayaan saya di akhir masa menteri tidak sampai Rp500 miliar. Jaksa menggunakan satu angka puncak nilai kekayaan saya saat IPO Gojek yang hanya sekejap. Itu kekayaan tidak riil,” tutur Nadiem di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Ia menegaskan beberapa poin keberatan:

  1. Harta Sah: Kekayaan yang dipersoalkan berasal dari saham Gojek tahun 2015, jauh sebelum dirinya menjabat menteri.
  2. Tidak Relevan: Saham tersebut dianggap tidak ada hubungannya dengan proyek pengadaan Chromebook.
  3. Bandingkan dengan Kejahatan Lain: “Kenapa tuntutan saya lebih besar daripada pembunuh? Lebih besar daripada teroris?” ucapnya dengan nada tinggi.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses