SKK Migas Dorong Penguatan SDM Lokal Kaltim, Peluang Kerja Migas Kini Makin Terbuka

Kepala SKK Migas Azhari mendorong penguatan SDM lokal dan keterlibatan BUMD agar industri migas di Kalimantan Timur memberi dampak lebih besar bagi daerah.
Kepala SKK Migas Azhari.

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Kepala SKK Migas Azhari mendorong penguatan SDM lokal dan keterlibatan BUMD agar industri migas di Kalimantan Timur memberi dampak lebih besar bagi daerah. Menurutnya, peluang bagi putra-putri Kaltim dan perusahaan daerah harus terus dibuka agar mampu bersaing di sektor energi nasional.

Azhari juga menegaskan, daerah penghasil energi tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah besarnya industri migas nasional. Putra-putri daerah juga harus mendapat kesempatan terlibat langsung, baik sebagai tenaga kerja maupun pelaku usaha daerah.

“Tidak ada alasan putra-putri daerah tidak mampu. Yang mereka butuhkan hanyalah kesempatan,” kata Azhari.

Lulusan SMA Dilatih, Banyak Langsung Diterima Kerja

Selama tiga tahun terakhir, sekitar 20 hingga 30 pemuda asal Kutai Kartanegara setiap tahun dikirim mengikuti pelatihan pengelasan industri di Batam.

Program itu menyasar lulusan SMA dari keluarga prasejahtera yang selama ini memiliki akses terbatas masuk dunia industri energi dan manufaktur.

Mereka menjalani pelatihan intensif selama tiga bulan dengan sistem asrama dan pembinaan disiplin kerja industri.

Hasilnya, hampir seluruh peserta langsung terserap dunia kerja setelah lulus. Sebagian bahkan bekerja hingga ke Singapura.

“Hampir 100 persen lulusannya langsung terserap di industri manufaktur. Bahkan ada yang bekerja sampai ke Singapura,” ujar Azhari.

Selain penguatan SDM, SKK Migas juga mendorong badan usaha milik daerah (BUMD) di Kalimantan Timur ikut mengambil peran lebih besar di sektor energi.

Salah satunya PT Mandiri Migas Pratama (MMP) milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang mulai terlibat dalam pengelolaan sektor hulu migas.

BUMD Kutai Kartanegara juga dipersiapkan menjadi bagian dari rantai industri energi nasional.

Menurut Azhari, keterlibatan perusahaan daerah penting agar manfaat ekonomi industri migas tidak hanya dinikmati investor besar, tetapi juga memberi dampak langsung bagi masyarakat lokal.

Industri Energi Kaltim Dinilai Punya Peluang Besar

Azhari menilai kebutuhan tenaga kerja industri energi akan terus meningkat, terutama dengan berkembangnya kawasan industri dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Karena itu, daerah harus mulai menyiapkan SDM lokal yang mampu bersaing di sektor energi, manufaktur, dan industri penunjang lainnya.

Program pelatihan tersebut saat ini didukung pemerintah daerah dan perusahaan sektor energi yang beroperasi di Kalimantan Timur.

Bagi banyak keluarga di Kaltim, industri migas selama ini dianggap sulit dijangkau masyarakat biasa. Namun program pelatihan berbasis industri mulai membuka peluang baru bagi anak-anak daerah untuk masuk ke sektor energi modern.

Perubahan itu dinilai menjadi langkah penting agar daerah penghasil migas tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga memiliki SDM lokal yang kuat untuk masa depan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses