Duta Lingkungan Cilik Balikpapan Dorong Kebiasaan Kecil Jadi Gerakan Bersama

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Upaya menjaga lingkungan di Kota Balikpapan mulai diarahkan sejak usia dini. Anak-anak yang terpilih sebagai finalis Duta Lingkungan Hidup Cilik Kota Balikpapan 2026 membawa pesan bahwa perubahan lingkungan tidak harus dimulai dari langkah besar, tetapi dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan dalam audiensi para finalis dengan Pemerintah Kota Balikpapan di Kantor Wali Kota Balikpapan, Jumat (28/8/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA itu menjadi salah satu rangkaian Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Cilik Kota Balikpapan 2026.

Para finalis mendapat kesempatan bertemu dan berdialog dengan jajaran pemerintah daerah. Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarty, turut menerima dan mendampingi kegiatan tersebut.

Namun, pertemuan itu tidak hanya menjadi agenda perkenalan. Kehadiran para finalis juga menjadi ruang untuk memperkenalkan gagasan bahwa anak-anak memiliki peran dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya.

Kepedulian tersebut dapat dimulai dari hal yang paling dekat dengan kehidupan anak. Misalnya membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat air dan listrik, serta menjaga tanaman dan kebersihan lingkungan.

Kebiasaan sederhana tersebut dinilai memiliki dampak penting apabila dilakukan secara konsisten. Anak tidak hanya diajarkan mengenai pentingnya lingkungan secara teori, tetapi juga dibiasakan untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Peran sebagai Duta Lingkungan Hidup Cilik karena itu diharapkan tidak berhenti pada penggunaan atribut maupun kegiatan seremonial. Para finalis diharapkan mampu menjadi contoh bagi teman-teman sebaya sekaligus membawa kebiasaan positif tersebut ke lingkungan keluarga.

Upaya membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini juga menjadi semakin relevan seiring perkembangan Kota Balikpapan. Sebagai salah satu kota penyangga Ibu Kota Nusantara, aktivitas pembangunan dan pertumbuhan penduduk turut membutuhkan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan.

Berbagai persoalan seperti sampah, penghijauan, penggunaan air dan energi, hingga keberadaan ruang terbuka hijau tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat, termasuk anak-anak, memiliki ruang untuk ikut berkontribusi sesuai dengan kapasitasnya.

Melalui program Duta Lingkungan Hidup Cilik, anak-anak juga diberikan kesempatan untuk memahami bahwa menjaga kota merupakan tanggung jawab bersama. Bahkan, kontribusi tersebut bisa dimulai dari tindakan yang sangat sederhana.

Seorang anak yang membuang sampah pada tempatnya, membawa wadah minum sendiri, mematikan lampu ketika tidak digunakan, merawat tanaman, atau mengingatkan teman agar tidak membuang sampah sembarangan merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan.

Kebiasaan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi budaya. Sebab, ketika perilaku peduli lingkungan sudah terbentuk sejak kecil, kesadaran itu berpotensi terbawa hingga mereka tumbuh menjadi bagian dari masyarakat Kota Balikpapan.

Karena itu, kehadiran Duta Lingkungan Hidup Cilik 2026 bukan hanya tentang mencari figur anak yang mampu berbicara mengenai lingkungan. Lebih dari itu, program tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang memahami bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian kota merupakan tanggung jawab yang dapat dilakukan siapa saja.

Dari kebiasaan kecil di rumah, sekolah, hingga lingkungan bermain, anak-anak Balikpapan diharapkan dapat menjadi penggerak perubahan. Pesannya sederhana: kalau ingin memiliki kota yang bersih dan nyaman di masa depan, kebiasaan itu harus dibangun mulai hari ini.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses