Empat Tahun Berlalu, Pelatihan Menjahit dari PLN Masih Bantu Penyandang Disabilitas di Balikpapan
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com, – Penyandang disabilitas di Balikpapan yang sebelumnya belum pernah memegang mesin jahit kini mampu membuat berbagai hasil jahitan secara mandiri. Perubahan itu berawal dari pelatihan dan bantuan peralatan yang diberikan PLN empat tahun lalu, yang manfaatnya masih dirasakan hingga sekarang.
Empat tahun lalu, sekitar 30 anggota Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Balikpapan mengikuti pelatihan menjahit dasar yang difasilitasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Saat itu, sebagian besar peserta belum memiliki keterampilan menjahit. Namun pelatihan yang diberikan menjadi pintu awal bagi mereka untuk mempelajari kemampuan baru yang dapat menunjang kemandirian.
Hingga kini, mesin jahit bantuan PLN masih digunakan secara aktif oleh anggota PPDI Balikpapan untuk berlatih dan mengembangkan keterampilan.
Ketua PPDI Balikpapan, Sugiyanto, mengatakan manfaat terbesar dari program tersebut bukan hanya peralatan yang masih berfungsi, tetapi kemampuan anggota yang terus berkembang.
“Alhamdulillah mesin jahit masih digunakan sampai sekarang untuk teman-teman menjahit dan terus mengasah kemampuan mereka,” ujarnya.
Kepercayaan Diri Penyandang Disabilitas Semakin Tumbuh
Menurut Sugiyanto, hasil pelatihan mulai terlihat dari kemampuan sejumlah peserta yang kini sudah bisa menjahit secara mandiri.
Dari sekitar 30 peserta yang mengikuti pelatihan dasar, beberapa di antaranya berhasil menguasai keterampilan yang sebelumnya sama sekali belum mereka miliki.
“Alhamdulillah sudah ada beberapa teman yang sekarang bisa menjahit, dari yang tadinya tidak bisa sama sekali,” katanya.
Perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas memiliki peluang yang sama untuk berkembang ketika mendapatkan akses pelatihan, pendampingan, dan fasilitas yang memadai.
Selain keterampilan baru, program itu juga membantu meningkatkan rasa percaya diri para anggota untuk terus belajar dan menunjukkan kemampuan mereka di tengah masyarakat.
“Kami melihat mereka semakin percaya diri untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga mampu berkarya serta berkontribusi di masyarakat,” ungkap Sugiyanto.
Program Pemberdayaan yang Masih Memberi Manfaat Setelah Empat Tahun
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari bantuan yang diberikan. Menurutnya, keberhasilan juga terlihat dari manfaat yang masih dirasakan penerima dalam jangka panjang.
Menurutnya, kisah yang dialami PPDI Balikpapan menunjukkan bahwa dukungan yang tepat dapat membantu masyarakat mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kemandirian.
“Kami bersyukur program yang dijalankan beberapa tahun lalu masih memberikan dampak positif hingga saat ini. Ketika masyarakat diberikan kesempatan dan dukungan yang tepat, mereka mampu berkembang dan menjadi lebih berdaya,” ujarnya.
PLN UID Kaltimra akan terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat melalui TJSL. Program tersebut berfokus pada peningkatan keterampilan, kemandirian, dan kualitas hidup masyarakat di Kalimantan Timur maupun Kalimantan Utara.
Kisah PPDI Balikpapan menunjukkan bahwa bantuan yang tepat tidak selalu berhenti pada penyerahan peralatan.
Program tersebut membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri. Melalui pelatihan dan kesempatan belajar, mereka juga dapat berpartisipasi lebih aktif dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.
Bagi para anggota PPDI Balikpapan, mesin jahit yang masih digunakan hingga hari ini bukan sekadar alat kerja. Peralatan itu menjadi simbol bahwa kesempatan yang diberikan empat tahun lalu masih terus menghasilkan manfaat nyata.***
BACA JUGA

