Koperasi Balikpapan Tak Sekadar Kelola Usaha, Jadi Penggerak Ekonomi Warga
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Koperasi di Kota Balikpapan terus didorong agar tidak hanya menjadi wadah pengelolaan usaha anggota, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Penguatan peran koperasi tersebut menjadi bagian dari momentum peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma, mengatakan peringatan Hari Koperasi menjadi momentum untuk melihat perkembangan koperasi sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian daerah.
“Kami ingin koperasi tidak hanya menjalankan kegiatan usaha, tetapi juga memberikan manfaat yang nyata kepada anggota dan masyarakat,” kata Heruressandy.
Menurutnya, rangkaian Hari Koperasi ke-79 tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Sejumlah kegiatan sosial dan pengembangan ekonomi turut dilaksanakan dengan melibatkan pengurus koperasi, anggota, masyarakat, hingga pelaku UMKM.
“Kami melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan sosial dan pengembangan ekonomi. Ada donor darah, jalan sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, dan kegiatan yang melibatkan UMKM,” ujarnya.
Heruressandy menjelaskan, keterlibatan UMKM menjadi salah satu bagian penting karena koperasi dan pelaku usaha memiliki hubungan yang saling mendukung. Pelaku UMKM diberikan ruang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk kepada masyarakat.
“Kami juga memberikan ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk mereka. Terutama UMKM yang berada dalam ekosistem koperasi,” jelasnya.
Ia menilai koperasi tidak semestinya hanya dilihat sebagai lembaga ekonomi yang mengelola simpanan, pinjaman maupun Sisa Hasil Usaha (SHU). Lebih dari itu, koperasi harus mampu membangun kepercayaan dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
“Koperasi itu ada anggotanya. Jadi bagaimana anggota ini bisa tumbuh bersama, usahanya berkembang dan akhirnya kesejahteraannya juga meningkat,” tegasnya.
Perkembangan positif juga terlihat dari meningkatnya jumlah koperasi yang masuk kategori sehat. Pada 2025 tercatat 10 koperasi dinyatakan sehat. Jumlah tersebut meningkat menjadi 17 koperasi pada 2026.
“Di tahun 2025 ada 10 koperasi yang dinyatakan sehat. Sekarang bertambah menjadi 17 koperasi,” ungkap Heruressandy.
Selain koperasi sehat, pemerintah juga memberikan apresiasi terhadap Koperasi Merah Putih yang menunjukkan perkembangan positif. Penilaian dilakukan antara lain berdasarkan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), SHU, serta pertumbuhan jumlah anggota.
Heruressandy berharap perkembangan tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Kami mengharapkan koperasi terus menjadi salah satu pilar ekonomi kota, mendukung pengembangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui keanggotaan di masing-masing koperasi,” pungkasnya.
Dengan penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas usaha, serta keterlibatan UMKM dan masyarakat, koperasi diharapkan mampu menjadi kekuatan ekonomi yang tumbuh dari masyarakat dan kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
Penulis : Dani/Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
