Geo-Stone Column Hemat Rp53 Miliar, Inovasi KPB Ini Bikin Proyek Kilang Lebih Stabil

Geo-Stone Column jadi kunci efisiensi Rp53 miliar di proyek kilang Balikpapan
PT KPB menjelaskan teknologi Geo-Stone Column kepada pengunjung dalam ajang International Exhibition of Inventions Geneva 2026 yang digelar di Swiss pada 11–15 Maret 2026. Foto: PT KPB

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Geo-Stone Column jadi kunci efisiensi Rp53 miliar di proyek kilang Balikpapan, sekaligus mengatasi masalah klasik tanah lunak yang selama ini membuat konstruksi rawan ambles. Inovasi ini bahkan mendapat pengakuan dunia setelah menang di ajang internasional di Swiss.

Pembangunan di wilayah pesisir seperti Balikpapan bukan tanpa tantangan. Tanah lunak sering jadi masalah utama—struktur mudah turun, risiko retak tinggi, dan biaya perbaikan bisa membengkak.

Kondisi ini juga terjadi dalam proyek pengembangan kilang di Lawe-Lawe, yang membutuhkan fondasi kuat untuk menopang tangki minyak berkapasitas besar.

Solusi: Teknologi Geo-Stone Column

PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) menghadirkan solusi lewat teknologi Geo-Stone Column.

Metode ini bekerja dengan membuat kolom batu di dalam tanah yang diperkuat lapisan pelindung. Hasilnya, beban bangunan tersebar lebih merata, risiko penurunan tanah berkurang drastis, dan struktur menjadi lebih stabil.

Teknologi ini sudah diterapkan pada pembangunan tangki minyak berkapasitas 1 juta barel di proyek RDMP Lawe-Lawe.

Dampaknya bukan sekadar teknis. Dengan metode ini, proyek berhasil menghemat biaya hingga Rp53 miliar. Angka ini menunjukkan efisiensi besar dibanding metode konvensional yang biasanya lebih mahal dan berisiko.

Bagi proyek berskala besar seperti kilang, efisiensi ini bisa mempercepat pembangunan sekaligus menekan potensi kerugian jangka panjang.

Diakui Dunia, Menang di Swiss

Inovasi ini tidak hanya berdampak di lapangan, tapi juga mendapat pengakuan internasional.

Tim KPB meraih Gold Medal dan Special Award dalam ajang International Exhibition of Inventions Geneva 2026 yang digelar di Swiss pada 11–15 Maret 2026.

Penghargaan ini menempatkan inovasi anak bangsa sejajar dengan temuan dari berbagai negara.

Di balik inovasi ini ada tim internal bernama Gugus Bimocol. Mereka berangkat dari persoalan nyata di lapangan, bukan sekadar konsep. Dari situ lahir solusi yang tidak hanya menyelesaikan masalah proyek, tapi juga memberi efisiensi besar.

“Kami berangkat dari masalah di lapangan. Harapannya inovasi ini bisa memberi manfaat lebih luas,” ujar Ketua tim, Radea Nasri Erfany.

Keberhasilan ini punya arti penting bagi Balikpapan dan Kalimantan Timur.

Dengan kondisi tanah yang serupa di banyak wilayah, teknologi seperti Geo-Stone Column berpotensi digunakan di berbagai proyek, termasuk untuk mendukung pembangunan IKN, sekaligus membantu mengurangi risiko konstruksi di lahan lunak.

Selain itu, penerapannya juga dapat menekan biaya pembangunan infrastruktur secara signifikan. Artinya, bukan hanya proyek kilang yang diuntungkan, tapi juga pembangunan kawasan ke depan.

Inovasi Geo-Stone Column oleh PT KPB ini menunjukkan satu hal: solusi dari lapangan bisa berdampak besar, bahkan diakui dunia.

Dari Balikpapan, teknologi ini bukan hanya menghemat puluhan miliar rupiah, tapi juga membuka jalan bagi pembangunan yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan di Kalimantan Timur.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses