Balikpapan Perkuat Penanganan Kemiskinan dan Persoalan Sosial Secara Terpadu

Kepala Dinas Sosial Balikpapan, Edy Gunawan, menyampaikan hal tersebut. Ia menyebut jumlah penyandang disabilitas terus meningkat. Beberapa tahun lalu hanya sekitar 1.500 orang. Kini sudah mencapai 2.352 orang. (Foto: Samsul/Inibalikpapan.com)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat langkah strategis dalam menekan angka kemiskinan sekaligus menangani berbagai persoalan sosial, termasuk keberadaan orang telantar yang masih ditemukan di sejumlah titik kota.

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan, menegaskan bahwa isu sosial menjadi perhatian serius pemerintah dan membutuhkan penanganan secara terpadu dan berkelanjutan.

Menurutnya, penanganan orang telantar tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan berbagai pihak, baik dari unsur pemerintah maupun masyarakat. 

“Permasalahan orang telantar ini perlu penanganan bersama, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dukungan masyarakat,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Edy menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menciptakan solusi yang efektif terhadap berbagai persoalan sosial. Keterlibatan aktif masyarakat dinilai penting untuk membantu mendeteksi serta melakukan penanganan dini terhadap individu yang masuk kategori rentan dan terlantar.

Di tengah tantangan tersebut, Kota Balikpapan mencatat capaian positif dengan menjadi daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Kalimantan Timur.

Perlindungan Sosial Terintegrasi

Pencapaian ini merupakan hasil dari berbagai program perlindungan sosial yang terintegrasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta intervensi yang tepat sasaran bagi kelompok rentan.

Program-program tersebut dinilai mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, Edy menegaskan pihaknya tidak akan berpuas diri atas capaian tersebut.

Dinsos Balikpapan terus melakukan penguatan program melalui peningkatan kualitas data terpadu, penyaluran bantuan sosial yang lebih akurat. Serta pembinaan berkelanjutan bagi masyarakat kurang mampu agar dapat lebih mandiri secara ekonomi.

Selain fokus pada penurunan angka kemiskinan, pemerintah juga berupaya menciptakan lingkungan sosial yang aman, tertib, dan inklusif. Salah satunya dengan meningkatkan pengawasan. Serta penanganan terhadap orang telantar agar tidak berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih kompleks.

“Target kami bukan hanya menurunkan angka kemiskinan. Tetapi juga memastikan masyarakat Balikpapan hidup dengan rasa aman dan nyaman,” tegasnya.

Pemerintah Kota Balikpapan pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga ketertiban sosial serta membantu penanganan kelompok rentan di lingkungan masing-masing. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diyakini menjadi kunci dalam mewujudkan kota yang sejahtera dan berdaya saing.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses