Gubernur Kaltim Targetkan Percepatan Air Bersih: Tantang Perusahaan Tambang Manfaatkan ‘Void’ untuk Warga
SAMARINDA, Inibalikpapan.com — Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud (Harum), menegaskan komitmennya untuk mendongkrak cakupan layanan air bersih di seluruh penjuru Benua Etam. Langkah ini diambil mengingat saat ini baru sekitar 52 persen masyarakat Kaltim yang dapat menikmati layanan air bersih secara layak.
Sebagai strategi utama, Gubernur mendorong optimalisasi kontribusi perusahaan pertambangan untuk memanfaatkan void atau lubang bekas tambang sebagai sumber air baku bagi masyarakat.
Mencontoh PT Indominco dan PT KPC
Gubernur Rudy Mas’ud memberikan apresiasi kepada PT Indominco dan PT KPC yang telah lebih dulu memanfaatkan lubang bekas tambang untuk penyediaan air bersih.
- PT Indominco: Berkolaborasi dengan Dinas PUPR Kaltim melalui SPAM Regional Marangkayu berkapasitas 200 liter per detik untuk menyuplai wilayah Bontang, sebagian Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur.
- PT KPC: Telah mengimplementasikan pemanfaatan void di wilayah Kutai Timur.
“Kalau Indominco dan KPC bisa, kenapa yang lain tidak bisa?” tegas Gubernur Harum, sembari meminta perusahaan di wilayah Berau, Samarinda, Kutai Kartanegara, hingga Paser melakukan hal serupa.
Solusi Air Bersih Balikpapan dan PPU
Untuk wilayah selatan, khususnya Kota Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU), pasokan air bersih direncanakan akan disuplai melalui pembangunan waduk di Maridan (PPU) oleh Grup Arsari. Proyek ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi krisis air bersih di wilayah tersebut.
Gubernur optimistis jika kebutuhan air di kota-kota besar seperti Balikpapan, PPU, Bontang, dan Kutai Timur terpenuhi, maka target layanan air bersih tingkat provinsi akan meningkat drastis.
Intervensi Provinsi dan Kolaborasi Dinas Terkait
Meskipun sambungan rumah (SR) merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Kaltim akan tetap melakukan intervensi guna mempercepat layanan. Gubernur secara khusus meminta Dinas PUPR dan Dinas ESDM untuk segera melakukan kajian teknis agar pemanfaatan void tidak sekadar menjadi bagian dari reklamasi, tetapi memberikan manfaat nyata.
Selain void, Gubernur juga mendorong pengoperasian SPAM Regional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) untuk menopang layanan air di sekitar Kaliorang, Kutai Timur.
“Kita ingin semua potensi dimaksimalkan. Tambang harus memberi manfaat nyata, salah satunya melalui penyediaan air bersih untuk rakyat melalui pemanfaatan void,” pungkasnya. / AdpimprovKaltim
BACA JUGA
