Balikpapan Dorong Koperasi Kelurahan Jadi Penopang Ketahanan Pangan dan Ekonomi
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat keberadaan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai ujung tombak penguatan ekonomi kerakyatan.
Selain berfungsi sebagai penyedia kebutuhan pokok masyarakat. Koperasi di tingkat kelurahan juga dipersiapkan menjadi instrumen penting dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma, mengatakan keberadaan KKMP diharapkan mampu mendekatkan akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Melalui koperasi, distribusi barang dapat dilakukan lebih efektif karena berada langsung di tengah lingkungan masyarakat,” ujar Heruressandy saat dikonfirmasi media, Minggu (14/6/2026).
Menurut Heru, sejumlah koperasi yang telah berjalan menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Koperasi Kelurahan Merah Putih di Graha Indah, Manggar, dan Sungai Nangka menjadi contoh bagaimana koperasi dapat berperan aktif dalam mendukung program pemerintah sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang stabil.
“Dalam tiga bulan terakhir, koperasi-koperasi tersebut telah menyalurkan sekitar 37,4 ton beras SPHP kepada masyarakat. Ini menunjukkan bahwa koperasi mampu menjadi saluran distribusi yang efektif dan dekat dengan warga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ke depan peran koperasi tidak hanya terbatas pada penyaluran beras SPHP. Pemerintah juga mendorong KKMP menjadi mitra resmi dalam distribusi berbagai kebutuhan pokok bersubsidi. Seperti minyak goreng, gula, tepung, telur, hingga LPG tiga kilogram.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat. Terutama kelompok berpenghasilan rendah yang paling merasakan dampak kenaikan harga kebutuhan pokok.
Potensi Wilayah Masing-masing
Selain sektor pangan, pemerintah memberikan ruang yang luas kepada pengurus koperasi untuk mengembangkan berbagai unit usaha sesuai karakteristik dan potensi wilayah masing-masing. Beberapa peluang usaha yang dapat dikembangkan antara lain layanan kesehatan, apotek, penyimpanan hasil pangan melalui cold storage, hingga usaha berbasis potensi lokal.
“Kami ingin koperasi berkembang sesuai kebutuhan masyarakat di wilayahnya. Setiap kelurahan memiliki potensi yang berbeda sehingga model usaha yang dijalankan juga bisa berbeda,” jelas Heru.
Menurutnya, keberadaan koperasi di setiap kelurahan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kreativitas dan inovasi pengurus koperasi menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pengembangan usaha.
Dalam jangka panjang, Pemkot Balikpapan juga menargetkan terbentuknya jaringan kerja sama antarkoperasi di berbagai daerah di Indonesia. Melalui skema tersebut, koperasi di Balikpapan dapat menjalin hubungan langsung dengan daerah penghasil komoditas. Sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek dan biaya logistik dapat ditekan.
“Jika koperasi bisa membeli langsung dari daerah produsen melalui jaringan koperasi. Maka pasokan lebih terjamin dan harga bisa lebih kompetitif. Ini akan menguntungkan masyarakat sebagai konsumen,” katanya.
Dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, KKMP diharapkan mampu tumbuh menjadi pilar ekonomi kerakyatan. Yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan. Tetapi juga mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi hingga ke tingkat kelurahan.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
Penulis : Ramadani
BACA JUGA
