Gubernur Kaltim Terbitkan Edaran, Ingatkan Kabupaten Kota Ancaman Kahutla dan Kekeringan

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud (foto : Pemprov)
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud (foto : Pemprov)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur semakin serius. Fenomena El Nino yang diprediksi masih berlangsung hingga September bahkan Oktober 2026 mendorong Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota.

Gubernur Kaltim menerbitkan Surat Edaran Nomor 300.2.3/4477/BPBD-II tentang Peringatan Dini dan Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Timur.

Surat edaran tertanggal 18 Agustus 2026 itu ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota se-Kaltim.

Rudy meminta pemerintah kabupaten dan kota tidak menunggu bencana terjadi untuk bergerak. Seluruh daerah diminta memperkuat kesiapsiagaan, memperketat pemantauan wilayah rawan, sekaligus memastikan ketersediaan air bagi masyarakat.

“Termasuk memantau perkembangan ancaman melalui sistem peringatan dini kekeringan dari BMKG,” pesan Gubernur Rudy Mas’ud, dikutip inibalikpapan.

Pemda Diminta Jangan Menunggu Karhutla Meluas

Dalam surat edaran tersebut, bupati dan wali kota diminta melakukan koordinasi lintas instansi untuk pemantauan dan pengecekan lapangan secara berkala.

Langkah itu diperlukan untuk mendeteksi sejak dini potensi kekeringan maupun munculnya titik rawan kebakaran hutan, lahan, dan semak.

Pemerintah daerah juga diminta segera menyusun, memperbarui, dan melakukan simulasi rencana kontingensi menghadapi ancaman kekeringan dan karhutla.

Tak hanya itu, rencana operasi penanganan bencana harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari pemerintah, masyarakat, akademisi, media hingga dunia usaha.

Artinya, penanganan ancaman El Nino tidak boleh hanya menjadi urusan BPBD atau pemadam kebakaran. Seluruh sumber daya di daerah harus disiapkan sejak sebelum kondisi memburuk.

Ketersediaan Air Jadi Perhatian Utama

Selain ancaman karhutla, Gubernur Kaltim menyoroti potensi krisis air akibat kekeringan.

Pemerintah kabupaten dan kota diminta segera melakukan analisis serta mengidentifikasi wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.

Pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) secara berkelanjutan juga harus diperkuat bersama instansi terkait. Tujuannya menjaga ketersediaan sumber air, terutama saat memasuki periode kering.

Pemda juga diminta menjaga kapasitas danau, waduk, embung, kolam retensi, serta fasilitas penyimpanan air buatan lainnya.

Langkah ini menjadi penting agar cadangan air tidak tergerus ketika curah hujan menurun dalam waktu panjang.

Tangki dan Pompa Air Harus Disiapkan di Wilayah Rawan

Gubernur Rudy juga meminta pemerintah daerah memberikan edukasi kepada masyarakat agar menghemat penggunaan air bersih.

Masyarakat juga didorong menerapkan pola budidaya pertanian yang lebih hemat air untuk mengantisipasi berkurangnya pasokan air selama periode El Nino.

Di sisi lain, pemerintah kabupaten dan kota diminta menyiapkan logistik serta peralatan penanganan kekeringan, termasuk tangki air bersih dan pompa air di wilayah rawan.

Jika pasokan air mulai terganggu, pemerintah daerah harus sudah memiliki skenario alternatif pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Salah satunya melalui pembangunan sumur bor serta pengaturan distribusi air secara terukur.

Dengan surat edaran tersebut, Pemprov Kaltim menegaskan bahwa ancaman El Nino harus dihadapi dengan langkah antisipatif. Bukan hanya memadamkan api ketika karhutla sudah meluas atau mendistribusikan air setelah warga mengalami krisis.

Kesiapsiagaan menjadi kunci menghadapi potensi kekeringan dan karhutla yang masih mengintai Kaltim hingga beberapa bulan ke depan.

Editor : Abrahm Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses