Harga Komoditas di Pasar Klandasan Stabil, Tidak Ada Perubahan Signifikan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Perkembangan harga kebutuhan pokok di Pasar Klandasan pada Jumat, 24 April 2026, terpantau stabil tanpa adanya perubahan signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data pemantauan harian, seluruh komoditas utama menunjukkan selisih harga nol rupiah atau tidak mengalami kenaikan maupun penurunan.
Stabilitas ini terlihat pada berbagai komoditas penting, mulai dari bumbu dapur hingga bahan pangan pokok. Harga bawang merah tercatat masih berada di angka Rp58.000 per kilogram, sementara bawang putih bertahan di Rp49.000 per kilogram. Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas cabai, di mana cabai rawit tetap di harga Rp72.000 per kilogram, cabai merah besar Rp53.000 per kilogram, dan cabai keriting Rp50.000 per kilogram.
Untuk kebutuhan pokok lainnya, seperti beras, harga juga relatif tidak berubah. Beras medium dijual dengan kisaran Rp15.000 hingga Rp15.500 per kilogram, sedangkan beras premium mencapai Rp16.800 per kilogram. Stabilnya harga beras ini menjadi salah satu indikator terjaganya pasokan pangan di tingkat pasar tradisional.
Di sektor protein hewani, harga daging ayam ras masih berada di angka Rp39.000 per kilogram. Sementara itu, daging sapi murni tetap bertahan di harga Rp180.000 per kilogram. Harga ikan juga tidak mengalami perubahan, baik ikan basah maupun ikan asin. Ikan tongkol tercatat Rp30.000 per kilogram, sedangkan ikan asin bambangan masih di angka Rp200.000 per kilogram.
Komoditas lain seperti gula pasir dalam negeri berada di harga Rp19.000 per kilogram, sedangkan gula kemasan bermerek mencapai Rp21.000 per kilogram. Untuk minyak goreng, harga minyak curah tercatat Rp20.000 per liter, sementara minyak goreng kemasan berada di kisaran Rp24.000 per liter. Namun, terdapat catatan bahwa salah satu jenis minyak goreng kemasan masih belum tersedia di pasaran.
Selain itu, harga komoditas sayuran juga menunjukkan kestabilan. Bayam dijual Rp13.000 per ikat, kangkung Rp9.000 per ikat, kacang panjang Rp12.000 per ikat, dan sawi Rp19.000 per ikat.
Secara keseluruhan, tidak adanya perubahan harga ini mencerminkan kondisi distribusi dan ketersediaan barang yang masih terkendali. Stabilitas harga di pasar tradisional menjadi kabar baik bagi masyarakat, karena dapat menjaga daya beli dan memberikan kepastian dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meski demikian, pemantauan harga tetap diperlukan secara rutin untuk mengantisipasi potensi fluktuasi, terutama menjelang momen tertentu yang biasanya memicu kenaikan permintaan. Pemerintah daerah diharapkan terus berperan aktif dalam menjaga kelancaran distribusi serta memastikan pasokan tetap aman di pasaran.***
BACA JUGA
