Garuda Indonesia Pulangkan 719 Jemaah Haji ke Balikpapan, Kloter 3 Tiba Besok Malam
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com,– Jemaah haji Kaltim mulai kembali ke tanah air. Hingga Senin (9/6/2026), sebanyak 719 jemaah telah tiba di Debarkasi Balikpapan setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, menandai dimulainya fase pemulangan haji melalui Bandara SAMS Sepinggan.
Setelah menjalani perjalanan panjang dan rangkaian ibadah selama lebih dari sebulan, ratusan jemaah asal Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara akhirnya kembali ke Indonesia melalui Debarkasi Balikpapan.
Kepulangan ini menjadi momen yang dinantikan keluarga yang selama beberapa pekan menunggu kabar dan doa dari Tanah Suci.
Kloter pertama haji tiba pada 7 Juni 2026 pukul 23.05 WITA menggunakan penerbangan Garuda Indonesia GA4401 yang dioperasikan pesawat Airbus A330-900.
Sebanyak 360 jemaah dipulangkan dalam penerbangan tersebut, terdiri dari 153 laki-laki dan 207 perempuan. Seluruh jemaah tersebut berasal dari Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara.
Pemulangan berlanjut pada 9 Juni 2026 melalui penerbangan GA4402.
Sebanyak 359 jemaah asal Kalimantan Timur tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan pukul 09.24 WITA.
Rombongan tersebut terdiri dari 147 jemaah laki-laki dan 212 jemaah perempuan.
Dengan kedatangan dua kelompok terbang pertama, total 719 jemaah haji telah kembali melalui Debarkasi Balikpapan.
Debarkasi Balikpapan Kembali Jadi Gerbang Kepulangan Jemaah
Debarkasi Balikpapan menjadi salah satu pintu utama pemulangan jemaah haji untuk wilayah Kalimantan Timur dan sebagian kawasan Indonesia Timur.
Seluruh proses kedatangan dua kloter awal berlangsung aman dan lancar sesuai prosedur operasional penerbangan haji yang berlaku.
Pemulangan jemaah melalui Balikpapan juga masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Untuk Kloter 3, kedatangan dijadwalkan pada 10 Juni 2026 pukul 22.55 WITA.
Sebagai maskapai yang mendapat penugasan mengoperasikan penerbangan haji Indonesia, Garuda Indonesia memastikan layanan pemulangan jemaah dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu.
Fase pemulangan ini menjadi penutup perjalanan spiritual ribuan jemaah yang telah menunaikan rukun Islam kelima. Hal ini juga sekaligus menjadi awal kembalinya mereka ke tengah keluarga dan masyarakat di daerah masing-masing.
BACA JUGA
