KPB dan PTK Perkuat Sinergi Maritim, Siapkan Jalur Tanker Raksasa ke Kilang Balikpapan

KPB dan PTK menandatangani MoU pengelolaan layanan kepelabuhanan dan marine untuk mendukung operasional RDMP Balikpapan.
KPB dan PTK menandatangani MoU pengelolaan layanan kepelabuhanan dan marine untuk mendukung operasional RDMP Balikpapan. Foto: PT KPB

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com,– Kilang Balikpapan bersiap memasuki fase operasional baru. Salah satu infrastruktur kunci yang akan menopang pasokan minyak mentah ke kilang kini diperkuat melalui kerja sama pengelolaan pelabuhan dan layanan maritim antara PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) dan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK).

Kerja sama ini menjadi bagian penting menjelang pengoperasian sejumlah fasilitas strategis dalam Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Salah satunya adalah fasilitas Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 Deadweight Tonnage (DWT) yang berada di kawasan Lawe-Lawe.

Fasilitas ini dirancang untuk melayani kapal tanker berukuran sangat besar yang membawa minyak mentah dari berbagai wilayah. Setelah bersandar, minyak akan dialirkan melalui jaringan pipa menuju Terminal Crude Lawe-Lawe sebelum masuk ke Kilang Balikpapan.

Infrastruktur Pelabuhan Jadi Penopang Operasi Kilang

Untuk mendukung kelancaran bongkar muat dan distribusi minyak, KPB dan PTK memperkuat kerja sama di sektor maritim. Kedua perusahaan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengelolaan layanan kepelabuhanan, marine, dan konstruksi.

PTK akan mendukung berbagai aktivitas operasional di fasilitas pelabuhan dan terminal laut milik KPB. Dukungan tersebut mencakup pemanduan kapal saat sandar dan lepas di fasilitas SPM, operasional New Jetty 6A, serta inspeksi dan perawatan rutin fasilitas pelabuhan.

Keandalan infrastruktur ini menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran pasokan minyak mentah sebagai bahan baku utama kilang.

Direktur Utama KPB Bambang Harimurti mengatakan dukungan PTK selama ini telah membantu operasional perusahaan dan diharapkan terus berlanjut pada tahap berikutnya.

“Kilang Pertamina Balikpapan sangat terbantu atas layanan yang diberikan PTK selama ini. Sinergi ini diharapkan dapat berlanjut ke tahap selanjutnya sehingga menghasilkan service continuity dan kerja sama yang semakin harmonis,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).

Beroperasinya fasilitas SPM berkapasitas 320.000 DWT menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur energi di Balikpapan.

Keberadaan fasilitas tersebut memungkinkan kapal tanker berukuran besar melakukan transfer minyak mentah secara lebih efisien. Fasilitas ini juga mendukung kebutuhan operasional Kilang Balikpapan yang terus berkembang.

Keberadaan infrastruktur pelabuhan modern memperkuat rantai pasok energi nasional. Fasilitas ini juga semakin menegaskan posisi Balikpapan sebagai salah satu pusat industri energi strategis di Kalimantan Timur.

Dukung Ketahanan Energi Jangka Panjang

Plt Direktur Utama PTK Eko Cahyadi mengatakan kerja sama ini merupakan bentuk dukungan jangka panjang dalam layanan kepelabuhanan dan marine yang dibutuhkan operasional kilang.

Menurutnya, sinergi antarperusahaan di lingkungan Pertamina Group berperan penting menjaga keandalan rantai pasok sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

“PTK siap menghadirkan layanan kepelabuhanan, marine, dan konstruksi yang mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan kerja, keandalan operasional, serta efisiensi,” kata Eko.

Dengan semakin dekatnya tahap operasional RDMP Balikpapan, kesiapan infrastruktur pelabuhan dan jalur pasokan minyak menjadi faktor penting. Hal ini untuk memastikan distribusi energi berjalan aman, lancar, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses