Heboh Objek Bercahaya di Langit Kalimantan dan Bali, BRIN Pastikan Roket Jielong-3 China
JAKARTA, Inibalikpapan.com — Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia, Lampung, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga NTT, dikejutkan oleh kemunculan objek bercahaya misterius di langit pada Sabtu malam (11/04) sekitar pukul 19.40 WITA. Fenomena yang sempat viral di media sosial tersebut kini terungkap secara ilmiah melalui penjelasan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, mengonfirmasi bahwa cahaya tersebut bukanlah benda jatuh atau fenomena mistis, melainkan jejak peluncuran roket asal China.
Meluncur dari Guangdong Menuju Orbit
Thomas menjelaskan bahwa objek tersebut adalah roket jenis Smart Dragon-3 (Jielong-3) yang diluncurkan pada hari yang sama pukul 18.32 WIB atau 19.32 WITA. Roket berbahan bakar padat ini diluncurkan dari platform laut di wilayah pantai Yangjiang, Guangdong, China.
“Cahaya yang terlihat di langit itu adalah jejak roket Jielong-3 yang sedang menuju orbit. Ekor cahaya tersebut berasal dari semburan gas roket saat melintasi atmosfer atas menuju antariksa,” ujar Thomas melalui keterangan tertulis, Senin (13/04).
Lintasan peluncuran roket ini memang melewati wilayah Indonesia, sehingga fenomenanya terlihat jelas dari berbagai daerah di tanah air. Roket tersebut mengemban misi membawa satelit internet menuju orbit sun-synchronous pada ketinggian sekitar 500 kilometer.
Mengapa Terlihat Sangat Terang?
Fenomena cahaya yang tampak melengkung dan memanjang tersebut terjadi karena efek visual gas buang roket. Meskipun di permukaan bumi sudah gelap (malam hari), di atmosfer atas tempat roket melintas, gas buang tersebut masih memantulkan cahaya matahari secara langsung.
Hal inilah yang menyebabkan semburan gas tampak berpendar terang dan kontras dengan langit malam, menciptakan pemandangan yang memukau sekaligus menghebohkan publik.
Beda dengan Sampah Antariksa 4 April
Thomas juga memberikan klarifikasi untuk membedakan kejadian ini dengan fenomena serupa yang terjadi pada awal April 2026.
“Yang terjadi pada 4 April adalah jatuhnya sampah antariksa berupa sisa roket lama tipe CZ-3B. Sedangkan yang terlihat pada 11 April ini adalah roket yang sedang meluncur, bukan benda jatuh,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa sampah antariksa biasanya terlihat pecah-pecah karena terbakar saat bergesekan dengan atmosfer, sementara peluncuran roket (seperti Jielong-3) hanya memperlihatkan interaksi gas buang di atmosfer atas.
Aman Bagi Masyarakat
Pihak BRIN memastikan bahwa fenomena ini sama sekali tidak berbahaya bagi masyarakat. Kejadian ini murni bagian dari aktivitas keantariksaan global yang lintasannya kebetulan melewati kawasan Indonesia.
BACA JUGA
