Antisipasi El Nino, Pemkot Balikpapan Perkuat Penyediaan Air dan Kendali Banjir
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan mulai memperkuat langkah antisipatif menghadapi potensi dampak El Nino. Yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun, khususnya memasuki bulan Juli 2026.
Fokus utama diarahkan pada ketersediaan air baku serta pengendalian banjir melalui kolaborasi lintas instansi.
Wali Kota Rahmad Mas’ud mengatakan, pemerintah kota bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV (BWS) telah melakukan pembahasan intensif. Terkait kesiapan infrastruktur dan mitigasi risiko yang mungkin timbul.
“Melalui sinergi dengan BWS, kami membahas perkembangan, dampak, serta solusi terhadap penyediaan air baku dan fasilitas pendukung. Ini penting agar masyarakat tetap mendapatkan layanan air yang memadai di tengah potensi kekeringan,” ujar Rahmad, Selasa (14/4/2026).
Salah satu langkah konkret yang tengah berjalan adalah pembangunan bendali (bendungan pengendali) di kawasan Ampal Hulu, tepatnya di belakang Pasar Segar. Proyek ini saat ini dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan selesai secara bertahap.
Menurut Rahmad, keberadaan bendali tersebut tidak hanya berfungsi sebagai cadangan air baku, tetapi juga berperan strategis dalam mengurangi potensi banjir di wilayah perkotaan.
“Kami berharap infrastruktur ini mampu memberikan kontribusi nyata. Baik dalam pengendalian banjir maupun menjaga ketersediaan air,” tambahnya.
Proses Pembebasan Lahan
Sementara itu, Kepala BWS Kalimantan IV, Andri Rachmanto Wibowo, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Balikpapan, terutama dalam proses pembebasan lahan dan sosialisasi kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Pekerjaan Umum, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kolaborasi daerah.
“Kami berterima kasih atas dukungan penuh dari pemerintah kota. Saat ini pengerjaan sudah mulai. Termasuk inisiasi penggalian di lokasi bendali. Ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Andri menambahkan, jika proyek bendali Ampal Hulu rampung, maka diperkirakan dapat mengurangi risiko banjir hingga sekitar 40 hektare kawasan terdampak. Selain itu, kerja sama berkelanjutan dengan pemerintah daerah dan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) juga diharapkan mampu memperkuat sistem penyediaan air bersih.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis dampak El Nino dapat diminimalkan. Kolaborasi antara pusat dan daerah menjadi kunci untuk memastikan ketahanan air dan keselamatan lingkungan tetap terjaga.
“Harapan kami, dengan sinergi ini, masyarakat Balikpapan tetap terlindungi. Baik dari risiko kekeringan maupun banjir,” tutup Andri.***
BACA JUGA
