I.League Ubah Total Tata Kelola Super League 2026/27, Klub Tak Lagi Andalkan Panitia Dadakan

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus (foto : I.Ileague)

TANGERANG, Inibalikpapan.com – I.League mulai mengubah wajah penyelenggaraan Super League 2026/27. Operator kompetisi sepak bola profesional Indonesia itu tidak lagi ingin setiap pertandingan bergantung pada kepanitiaan dadakan, melainkan ditangani oleh tim operasional klub yang bekerja secara profesional, terstruktur, dan memiliki standar yang sama di seluruh Indonesia.

Transformasi tersebut menjadi fokus utama Match Organizing Workshop Super League 2026/27 yang digelar pada 3–6 Agustus 2026 di Kabupaten Tangerang, Banten. Seluruh klub peserta mengirimkan personel operasional untuk mengikuti pelatihan intensif sebagai persiapan menghadapi musim baru.

Langkah ini menjadi bagian dari reformasi tata kelola kompetisi yang tengah dijalankan I.League. Tujuannya bukan hanya meningkatkan kualitas pertandingan, tetapi juga memastikan setiap laga memiliki standar pelayanan, keamanan, media, hingga kesiapan stadion yang setara.

Selama empat hari, peserta dibekali pemahaman menyeluruh mengenai operasional pertandingan profesional, mulai dari perencanaan sejak H-7, pembagian tugas setiap departemen, simulasi lintas fungsi, penyusunan skenario darurat (contingency plan), hingga evaluasi pascapertandingan.

Peserta juga mengikuti kelas sesuai bidang masing-masing, seperti Club General Coordinator (CGC), Club Media Officer (CMO), Club Security Officer (CSO), Match Organizing Chairman (MOC), tim medis, pemasaran, hingga Club Venue Technology Officer (CVTO).

Pada hari terakhir, personel yang bertugas sebagai CGC, CMO, dan CSO menjalani asesmen akhir untuk memperoleh Certificate of Completion, sebagai bukti kompetensi sesuai standar operasional I.League.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengatakan kualitas kompetisi tidak hanya ditentukan oleh permainan di atas lapangan, tetapi juga oleh kesiapan seluruh unsur penyelenggara pertandingan.

“Super League membutuhkan standar operasional pertandingan yang sama di setiap klub. Karena itu, workshop ini kami rancang bukan hanya sebagai forum penyampaian materi, tetapi sebagai ruang untuk menyamakan pemahaman, memperkuat koordinasi, dan membangun budaya kerja yang profesional di seluruh lini penyelenggara pertandingan,” ujar Ferry Paulus, dalam siaran persnya.

Menurut Ferry, setiap pertandingan merupakan representasi kualitas kompetisi Indonesia. Karena itu, seluruh personel harus memahami peran masing-masing sekaligus mampu bekerja lintas fungsi agar operasional pertandingan berjalan sesuai standar.

“Kami ingin setiap klub memiliki tim operasional yang mampu bekerja sebagai satu kesatuan. Ketika seluruh fungsi memahami perannya masing-masing sekaligus mampu berkolaborasi dengan departemen lain, maka pertandingan akan berjalan lebih aman, tertib, profesional, dan memberikan pengalaman terbaik bagi pemain, ofisial, suporter, mitra, maupun seluruh pemangku kepentingan sepak bola Indonesia,” katanya.

Melalui workshop ini, I.League menegaskan bahwa profesionalisme tidak hanya menyasar kualitas pertandingan di lapangan, tetapi juga tata kelola di balik layar. Dengan standar operasional yang seragam di seluruh klub, Super League 2026/27 diharapkan menghadirkan kompetisi yang lebih modern, aman, serta mampu meningkatkan kepercayaan suporter, sponsor, dan seluruh pemangku kepentingan sepak bola nasional.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses