Balikpapan Jadi Arena Adu Keahlian 24 Tim Rescue Tambang Indonesia-Australia, 700 Peserta Meriahkan IMERC 2026
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Kota Balikpapan kembali menegaskan posisinya sebagai pusat pengembangan kompetensi tanggap darurat industri pertambangan. Sebanyak 24 tim rescue dari berbagai perusahaan tambang di Indonesia dan Australia beradu kemampuan dalam Indonesia Emergency Response Competition (IMERC) 2026 yang resmi dibuka di Gedung Garuda Rescue Nusantara, KM 13 Balikpapan, Kamis (6/8/2026).
Ajang bergengsi yang berlangsung selama empat hari itu melibatkan lebih dari 700 orang, terdiri atas sekitar 240 peserta, panitia, serta lebih dari 300 observer dari perusahaan pertambangan dan sektor energi.
Ketua Yayasan Garuda Rescue Nusantara sekaligus Ketua Pelaksana IMERC 2026, Adri Thanada, mengatakan antusiasme peserta terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika pada penyelenggaraan sebelumnya hanya diikuti 18 tim, tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 24 tim.
Bahkan, tingginya minat membuat tujuh tim terpaksa tidak dapat mengikuti kompetisi karena keterbatasan waktu pelaksanaan.
“Kenapa jumlah tim peserta bertambah? Karena mereka yang awalnya menjadi observer, sekarang ikut menjadi peserta,” ujar Adri.
Delapan Tantangan Simulasi Kondisi Darurat
Menurut Adri, IMERC bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah meningkatkan kompetensi personel tanggap darurat melalui simulasi yang dirancang menyerupai kondisi nyata di industri pertambangan.
Selama empat hari, setiap tim akan menghadapi delapan tantangan yang menguji kemampuan teknis, kecepatan, koordinasi, dan pengambilan keputusan dalam situasi darurat, yakni:
- Theory Test
- Individual Skill
- Road Crash Rescue
- Vertical Rescue
- Confined Space Rescue
- Structural Fire Fighting
- Underwater Rescue & Recovery
- Firefighter Combat Challenge
Indonesia dan Australia Saling Berbagi Keunggulan
Keikutsertaan tim dari Australia juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk saling bertukar pengalaman dan standar penanganan keadaan darurat.
Menurut Adri, masing-masing negara memiliki keunggulan yang dapat dipelajari bersama.
“Indonesia unggul pada underwater rescue, high angle rescue, dan structural fire fighting. Kita unggul pada teknik dan kecepatan. Sementara mereka (Australia) lebih unggul pada aspek medis dan penanganan korban. Jadi ajang ini memang menjadi tempat saling belajar,” jelasnya.
Tak Hanya Kompetisi, Ada Pelatihan Bertaraf Internasional
Selain kompetisi, IMERC 2026 juga menghadirkan Incident Management Training (IMT) sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang tanggap darurat.
Pelatihan tersebut menghadirkan instruktur asal Australia, Warren Erasmus, dan diikuti sekitar 140 peserta dari berbagai perusahaan.
Menurut Adri, program tersebut diharapkan memperluas manfaat IMERC sehingga peningkatan kompetensi tidak hanya dirasakan oleh peserta lomba, tetapi juga praktisi keselamatan kerja lainnya.
Penyelenggara juga kembali membuka kesempatan bagi para observer dari perusahaan pertambangan dan energi untuk menyaksikan seluruh rangkaian kompetisi secara gratis. Hingga pembukaan IMERC 2026, sekitar 300 observer telah mendaftarkan diri.
“Tingginya antusiasme peserta maupun observer menunjukkan semakin besarnya kesadaran dunia industri terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat serta penguatan budaya keselamatan kerja,” katanya.
Seluruh rangkaian IMERC 2026 juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Garuda Rescue Nusantara sehingga dapat disaksikan masyarakat, praktisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), maupun pelaku industri dari berbagai daerah.
“Harapan kami, tim yang mengikuti kegiatan ini dapat membagikan kemampuan dan pengetahuan kepada rekan-rekannya sehingga semakin banyak orang yang memiliki kompetensi dalam penanganan keadaan darurat,” tutup Adri.
Penulis : Syariffudin
Editor : abraham Johan
BACA JUGA
