Jalan UMKM Kaltim ke Pasar Ekspor Mulai Terbuka, Malaysia Kini Jadi Tujuan

SAMARINDA, inibalikpapan.com – Para pelaku UMKM Kaltim mulai membuka jalan ke pasar global. Ini setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui DPPKUKM menggelar pertemuan bisnis dengan Malaysian International Islamic Chamber of Commerce and Industry (MIICCI) di Samarinda, Selasa (14/4/2026).

Agenda ini menjadi bagian dari upaya konkret mendorong produk lokal—khususnya sektor makanan dan minuman—agar bisa bersaing di pasar ekspor.

Sebanyak 23 pelaku usaha terkurasi ikut ambil bagian. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, hingga Paser, membawa produk mulai dari kopi, cokelat, madu, makanan olahan, hingga herbal.

Sejumlah di antaranya bahkan sudah lebih dulu menembus pasar luar negeri seperti Korea Selatan, Australia, hingga Afrika—menjadi sinyal bahwa kualitas UMKM Kaltim mulai dapat lirikan global.

Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menyebut kegiatan ini bukan sekadar pertemuan bisnis, tapi pintu masuk bagi UMKM untuk naik kelas. Kata Heni, interaksi langsung dengan buyer penting agar pelaku usaha memahami standar pasar internasional sekaligus membuka peluang kerja sama konkret.

Diskusi dengan Para Buyer

Dalam forum tersebut, pelaku usaha tidak hanya mempresentasikan produk, tetapi juga berdiskusi langsung dengan buyer terkait kebutuhan pasar Malaysia. MIICCI sendiri sebelumnya telah melakukan penjajakan sejak 2025. Termasuk kunjungan ke Kaltim dan komunikasi intensif terkait kebutuhan produk yang akan dipasarkan di jaringan ritel. Selaoin itu, minimarket di SPBU Petronas.

Business matching ini digelar dalam dua tahap, dimulai di Balikpapan pada 13 April dan dilanjutkan di Samarinda sehari setelahnya. Pemerintah daerah berharap dari rangkaian ini lahir kesepakatan dagang yang berkelanjutan, bukan sekadar pertemuan seremonial.

Langkah ini sekaligus menegaskan arah baru pengembangan UMKM di Kalimantan Timur—dari pasar lokal menuju ekspor. Jika konsisten, bukan hanya nilai ekspor yang meningkat, tetapi juga posisi UMKM Kaltim di peta perdagangan global akan semakin diperhitungkan.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses