Jemaah Haji Asal Balikpapan Wafat di Mekkah, Sempat Alami Sesak Napas Berat

Jemaah haji Balikpapan gagal berangkat di saat persiapan sudah hampir selesai.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Balikpapan, Suharto Baijuri.

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Masran Petta Condeng (70), wafat di Mekkah, Arab Saudi, setelah mengalami gangguan pernapasan berat yang berujung henti jantung.

Almarhum merupakan bagian dari Kelompok Terbang (Kloter) BPN 2 dan diketahui masuk kategori jemaah risiko tinggi (risti) karena faktor usia dan kondisi kesehatan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Balikpapan, Suharto Baijuri, mengatakan pihaknya menerima laporan resmi dari tim petugas haji di Arab Saudi terkait wafatnya almarhum pada Senin (25/5) subuh waktu setempat.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Masran Petta Condeng. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Suharto di Balikpapan, Kamis (28/5).

Berdasarkan laporan medis, kondisi kesehatan almarhum mulai menurun sekitar pukul 04.30 waktu Arab Saudi. Saat berada di kamar hotel tempat jemaah menginap, Masran mengeluhkan sesak napas berat hingga kesulitan bernapas.

Petugas kesehatan yang berada di lokasi langsung melakukan penanganan awal. Kadar oksigen almarhum diketahui menurun drastis sehingga tim medis segera memasang bantuan oksigen dan memberikan terapi nebulizer untuk membantu melonggarkan saluran pernapasan.

Tidak lama kemudian, petugas menyiapkan ambulans untuk merujuk almarhum ke rumah sakit di Arab Saudi guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Namun saat proses evakuasi menuju lantai dasar hotel sekitar pukul 05.28 waktu setempat, kondisi almarhum mendadak memburuk. Ia mengalami henti napas dan henti jantung.

Tim dokter dan petugas medis segera melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP). Berbagai upaya penyelamatan dilakukan, mulai dari pompa jantung, pemasangan infus, hingga pemberian suntikan adrenalin berulang kali guna memicu kembali denyut jantung.

“Tim medis sudah berupaya maksimal, namun kondisi almarhum tidak menunjukkan respons. Denyut nadi dan tekanan darah sudah tidak terbaca,” ujar Suharto.

Alami Komplikasi Kesehatan

Pada pukul 05.58 waktu setempat, Masran Petta Condeng dinyatakan meninggal dunia di hadapan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Berdasarkan keterangan dokter, almarhum meninggal akibat komplikasi gangguan pernapasan berat yang memicu kegagalan fungsi organ tubuh.

Pemerintah melalui petugas haji Indonesia di Arab Saudi memastikan seluruh proses penanganan jenazah hingga pelaksanaan badal haji akan ditangani sesuai prosedur yang berlaku.

Suharto juga mengimbau seluruh jemaah haji, khususnya lanjut usia dan kategori risiko tinggi. Untuk menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah di tengah cuaca ekstrem di Tanah Suci.

“Jangan memaksakan aktivitas berlebihan. Jika mengalami keluhan kesehatan sekecil apa pun. Segera laporkan kepada petugas kesehatan,” pesannya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses