Presiden Prabowo Dorong Ekonomi Hijau, UMKM Balikpapan Diajak Terus Bertransformasi
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Balikpapan didorong mulai beradaptasi dengan ekonomi hijau dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) agar mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi global.
Pesan tersebut disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, saat berdialog dengan puluhan pelaku UMKM, komunitas usaha, dan generasi muda dalam kegiatan yang digagas Gerbangtara di Aula Pemerintah Kota Balikpapan.
Menurut Tiar, tantangan UMKM saat ini tidak lagi semata soal permodalan. Banyak pelaku usaha justru membutuhkan akses pasar, strategi bisnis yang tepat, pemanfaatan teknologi, serta pendampingan usaha yang berkelanjutan.
“Selama ini banyak UMKM yang merasa kebutuhan utamanya adalah modal. Padahal, yang sering kali lebih dibutuhkan adalah akses pasar, strategi bisnis yang tepat, pemanfaatan teknologi, serta pendampingan yang berkelanjutan. Jika pasar tersedia dan usaha dikelola dengan baik, maka UMKM akan lebih mudah berkembang,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Tiar mengajak UMKM mulai memahami konsep ekonomi hijau yang kini menjadi perhatian dunia usaha dan investor. Menurutnya, produk yang diproduksi dengan memperhatikan aspek keberlanjutan memiliki peluang lebih besar untuk diterima pasar di masa depan.
Ia mengatakan visi ekonomi berkelanjutan yang didorong Presiden Prabowo Subianto harus dapat dirasakan hingga ke tingkat pelaku usaha mikro dan kecil.
“Presiden Prabowo sangat concern pada isu lingkungan atau ekonomi hijau. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa transisi menuju ekonomi hijau benar-benar terasa bagi UMKM,” katanya.
Meski demikian, Tiar mengakui implementasi ekonomi hijau masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari biaya penerapan yang relatif tinggi hingga belum optimalnya penyerapan pasar terhadap produk ramah lingkungan.
Karena itu, ia menilai diperlukan dukungan bersama antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membangun ekosistem yang mendukung transformasi tersebut.
Selain ekonomi hijau, Tiar juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam pengembangan usaha.
Menurutnya, teknologi saat ini dapat membantu UMKM menyusun laporan keuangan, membuat materi promosi, membangun situs usaha, hingga memperluas jangkauan pemasaran dengan biaya yang lebih efisien.
“Peluang pemanfaatan AI bagi UMKM sangat besar. Teknologi hari ini memungkinkan pelaku usaha mengerjakan banyak hal dengan lebih cepat dan efisien,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Tiar juga memperkenalkan penggunaan microsite UMKM sebagai sarana promosi digital yang dapat digunakan pelaku usaha untuk menampilkan katalog produk, lokasi usaha, hingga informasi kontak secara mudah dan gratis.
Dialog berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari pelaku usaha. Salah satu isu yang banyak disampaikan adalah terkait sertifikasi halal dan kewajiban pelaporan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang masih dianggap cukup menantang bagi sebagian pelaku usaha mikro.
Tiar menyatakan berbagai aspirasi tersebut akan menjadi bahan masukan bagi pemerintah agar kebijakan yang diterapkan tetap mampu mendorong pertumbuhan UMKM tanpa menambah beban administrasi yang berlebihan.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Pemerintah Kota Balikpapan, Otorita IKN, perbankan daerah, serta pelaku industri pasar modal sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pengembangan UMKM di daerah.***
BACA JUGA
