Internet BAKTI Komdigi di Pos TNI AL Maratua Dukung Pertahanan Sekaligus Layani Warga
BERAU, inibalikpapan.com– Pos TNI AL Pulau Maratua kini memiliki akses internet yang lebih andal setelah mendapat dukungan layanan dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Kehadiran jaringan tersebut tidak hanya memperkuat komunikasi personel TNI AL, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat di pulau terluar Kabupaten Berau.
Bagi tujuh personel yang bertugas di Pos TNI AL Maratua, internet bukan sekadar fasilitas pendukung. Di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan jaringan seluler, koneksi internet menjadi kebutuhan penting untuk mendukung tugas sehari-hari.
“Semua di pos ini ada tujuh orang, semuanya bisa pakai. Bahkan biasanya ada warga juga yang memanfaatkan,” ujar Babinpotmar Pos TNI AL Maratua, Serda Tri Ridha Kasturi, Kamis (11/6/2026).
Dari Sulit Sinyal hingga Terhubung Internet
Sebelum layanan internet BAKTI terpasang pada Desember 2025, personel pos kerap kesulitan mendapatkan jaringan yang stabil. Saat sinyal seluler hilang, mereka harus menuju perusahaan atau resor yang memiliki layanan internet satelit agar tetap bisa berkomunikasi.
“Kami jalan lagi ke sana, cari-cari jaringan. Sekarang sudah ada ini, sangat berguna. Masyarakat sekitar kalau jaringan hilang bisa langsung ke sini,” katanya.
Layanan internet tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan TNI pada tahun sebelumnya. Kini, selain menunjang komunikasi internal, jaringan di Pos TNI AL Maratua juga dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar dengan seizin petugas.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi, Darien Aldiano, mengatakan cakupan layanan internet di Pos TNI AL Maratua telah menjangkau hampir seluruh area di sekitar pos.
Berdasarkan data penggunaan pada Mei 2026, tercatat sebanyak 168 pengguna telah memanfaatkan layanan tersebut. Kapasitas internet yang disediakan mencapai hingga 100 Mbps.
“User tercatat sampai 168 pengguna berdasarkan data bulanan Mei. Kapasitasnya bisa sampai 100 Mbps,” jelas Darien.
Meski demikian, ia menjelaskan layanan tersebut masih mengandalkan jaringan satelit sehingga kapasitas internet akan terbagi ketika banyak pengguna mengakses secara bersamaan, termasuk apabila terjadi lonjakan trafik di wilayah lain yang berada dalam jaringan satelit yang sama.
“Konsepnya dipancarkan penuh, tapi kalau digunakan bersamaan tentu terasa lebih lambat. Jadi bergantian,” ujarnya.
Internet Aman dan Terfilter
Selain memastikan konektivitas, BAKTI juga menerapkan sistem keamanan untuk menjaga penggunaan internet tetap sehat. Situs perjudian online maupun konten pornografi diblokir melalui sistem penyaringan di gateway nasional.
“Kami blokir dari sisi transit. Tapi karena situs seperti itu sering berganti domain, sistem harus terus diperbarui setiap hari,” kata Darien.
Ia menambahkan, seluruh infrastruktur satelit nasional dikelola melalui gateway di dalam negeri sehingga lalu lintas data dapat dipantau sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kedaulatan digital Indonesia.
“IP address terlihat di sistem, tapi akses yang sudah difilter tidak bisa terbuka. Upaya preventif terus kami lakukan,” tegasnya.
Kehadiran internet BAKTI di Pos TNI AL Maratua menjadi gambaran bagaimana pemerataan konektivitas tidak hanya mendukung layanan publik seperti sekolah dan kantor desa, tetapi juga memperkuat pos pertahanan di wilayah terluar Indonesia.
Kini, ketika jaringan seluler melemah atau bahkan hilang, Pos TNI AL Maratua menjadi titik akses internet bagi masyarakat sekitar. Di pulau terluar seperti Maratua, konektivitas bukan sekadar soal kecepatan internet, tetapi juga tentang kehadiran negara, keamanan komunikasi, dan terbukanya akses informasi bagi warga.
BACA JUGA
