Karhutla Balikpapan Capai 76 Kejadian, Luas Lahan Terbakar 41,6 Hektare

Kepala BPBD Balikpapan Usman Ali

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu ancaman yang dihadapi Kota Balikpapan sepanjang 2026.

Hingga September, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan mencatat sebanyak 76 kejadian kebakaran lahan dengan total area terdampak mencapai sekitar 41,6 hektare atau 416.756 meter persegi.

Kepala BPBD Kota Balikpapan Usman Ali mengatakan, kejadian kebakaran lahan tersebar di sejumlah wilayah kecamatan. Kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering membuat lahan dengan vegetasi ilalang serta semak belukar mudah terbakar.

“Vegetasi yang terbakar didominasi ilalang dan semak belukar. Kondisi seperti ini memang cepat memicu api meluas apabila tidak segera ditangani,” kata Usman saat dikonfirmasi media, Minggu (13/9/2026).

Berdasarkan laporan BPBD, kebakaran lahan paling banyak terjadi di wilayah Balikpapan Timur dengan 24 kejadian. Selanjutnya Balikpapan Selatan mencatat 21 kejadian dan Balikpapan Utara sebanyak 20 kejadian.

Sementara itu, Balikpapan Tengah tercatat enam kejadian dan Balikpapan Barat lima kejadian.

Di Balikpapan Timur, kejadian tersebar di Kelurahan Manggar sebanyak 15 kejadian, Lamaru tujuh kejadian, Manggar Baru satu kejadian dan Teritip satu kejadian.

“Setiap laporan yang masuk langsung kami tindak lanjuti. Tim di lapangan bergerak untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api menjalar ke permukiman,” ujar Usman.

Untuk Balikpapan Utara, Kelurahan Graha Indah dan Karang Joang masing-masing mencatat sembilan kejadian. Sementara Batu Ampar dan Gunung Samarinda masing-masing satu kejadian.

Adapun di Balikpapan Selatan, kejadian paling banyak berada di Kelurahan Sepinggan dengan 11 kasus. Sepinggan Baru tiga kejadian, serta Damai Baru dan Gunung Bahagia masing-masing satu kejadian. Gunung Bahagia dan Sepinggan juga menjadi bagian dari wilayah yang mendapat perhatian karena aktivitas warga dan kondisi lahan cukup berdekatan dengan kawasan permukiman.

Secara bulanan, peningkatan paling signifikan terjadi pada Agustus dengan 40 kejadian. Angka tersebut kemudian kembali meningkat pada September, dengan catatan sementara sebanyak 29 kejadian hingga pembaruan data pukul 09.00 WITA.

“Agustus menjadi salah satu periode dengan kejadian paling tinggi. Memasuki September, kami juga masih menerima laporan kebakaran lahan,” jelas Usman.

BPBD Balikpapan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran sampah atau pembersihan lahan dengan cara membakar.

Usman menegaskan, pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas.

Peran masyarakat sangat penting karena sebagian besar lokasi kebakaran berada di sekitar kawasan yang masih memiliki vegetasi kering.

“Kami mengimbau masyarakat tidak membakar sembarangan. Kalau melihat adanya titik api, segera laporkan agar petugas bisa melakukan penanganan lebih cepat,” katanya.

Dengan masih tingginya kejadian pada September, BPBD terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan untuk menghadapi potensi karhutla di sejumlah wilayah Balikpapan.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Penulis : Dani

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses