Mahligai Nusantara 2026 Resmi Dibuka, BI dan Pemkot Balikpapan Gaspol Bawa UMKM Tembus Pasar Global

Mahligai Nusantara 2026 Resmi Dibuka, BI dan Pemkot Balikpapan Gaspol Bawa UMKM Tembus Pasar Global.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud meninjau stan UMKM saat pembukaan Mahligai Nusantara 2026 di BSCC Dome Balikpapan, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan ini berlangsung hingga 13 September 2026. Foto: Ist

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Balikpapan semakin serius mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas seiring berkembangnya kawasan Nusantara (IKN). Lewat Mahligai Nusantara 2026 yang dirangkai dengan Balikpapan Fair, Pemerintah Kota Balikpapan bersama Bank Indonesia (BI) memperkuat kolaborasi agar UMKM tak hanya berjaya di pasar lokal, tetapi juga siap menembus pasar global.

Rangkaian kegiatan resmi dibuka di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Sabtu (12/9/2026), dengan mengusung tema “Merangkai Kolaborasi, Mengakselerasi Inovasi untuk UMKM yang Tangguh dan Berdaya Saing.”

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan UMKM memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi daerah. Selain menciptakan lapangan kerja, sektor ini juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, hingga kemandirian ekonomi.

“Kolaborasi menjadi sangat penting, karena pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja,” kata Rahmad.

Menurutnya, sinergi harus dibangun bersama Bank Indonesia, perbankan, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga para pelaku UMKM agar kualitas dan daya saing produk lokal terus meningkat.

Rahmad menilai posisi Balikpapan sebagai pintu gerbang utama menuju Nusantara menjadi peluang besar bagi UMKM untuk berkembang lebih cepat. Karena itu, potensi ekonomi daerah perlu diintegrasikan melalui kerja sama lintas wilayah.

Ia menyebut kolaborasi antara Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser harus dimanfaatkan untuk memperkuat produk lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

“Kita harus mampu mengintegrasikan potensi lokal agar UMKM kita naik kelas dan siap bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ia juga mengajak para pelaku usaha memanfaatkan momentum Mahligai Nusantara untuk memperluas jejaring bisnis, menyerap ilmu, serta terus berinovasi.

BI Siapkan Ekosistem UMKM dari Lokal Menuju Global

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan Mahligai Nusantara yang dipadukan dengan Balikpapan Fair menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi UMKM.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar pameran, tetapi menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai layanan pendukung agar bisnis mereka semakin berkembang.

“Ini adalah sebuah ruang, sebuah ekosistem, sebuah fasilitas untuk mendukung beragam pelaku usaha, inovasi, dan kemajuan. Sehingga UMKM tidak hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi kita bisa melompat ke dunia, dimulai dari lokal menuju global,” kata Robi.

Tahun ini, sekitar 60 UMKM hasil kurasi ikut ambil bagian. Mereka berasal dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, kriya, industri kreatif, hingga kerajinan lokal.

Tak Sekadar Pameran, Ada Perizinan hingga Sertifikasi

Selain menghadirkan stan UMKM, Balikpapan Fair juga menyediakan berbagai layanan pendukung bagi pelaku usaha. Layanan tersebut meliputi fasilitasi perizinan usaha, layanan BPOM, pendampingan kemasan, hingga sertifikasi produk.

Robi menilai keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan banyaknya produk yang dijual, tetapi juga kuatnya ekosistem yang dibangun bersama.

“Kita saling belajar bersama, saling berkolaborasi, dan tumbuh bersama. Harapannya, kita akan menghasilkan lebih banyak pelaku usaha yang semakin mendunia,” ujarnya.

Salah satu contoh yang mendapat perhatian adalah Beli Biji Kopi, produk karya siswa SMKN 4 Balikpapan yang menjadi finalis Eksportir Muda Indonesia. Menurut Robi, hal itu menunjukkan bahwa semangat membangun UMKM berdaya saing global bisa dimulai sejak dunia pendidikan.

Dengan dukungan digitalisasi, peningkatan kualitas produk, serta kolaborasi lintas sektor, BI berharap semakin banyak UMKM Balikpapan mampu memperluas pasar. Langkah itu diharapkan membuka jalan bagi pelaku usaha untuk secara bertahap menembus pasar ekspor.***

Sumber: Bank Indonesia Balikpapan
Editor: Rizki

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses