Pemkot Ingin Koperasi Merah Putih Perluas Layanan, Bidik Distribusi Elpiji 3 Kg

Kepala DKUMKMP Balikpapan Heruressandy

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan mendorong Koperasi Kelurahan Merah Putih tidak hanya bergerak dalam penyediaan bahan pokok, tetapi juga memperluas layanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tingkat kelurahan.

Salah satu usaha yang tengah dibidik adalah penyediaan elpiji subsidi ukuran 3 kilogram. Koperasi yang nantinya mendapat penetapan sebagai pangkalan diharapkan dapat ikut memperkuat distribusi elpiji bersubsidi sekaligus membantu masyarakat mendapatkan gas sesuai ketentuan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perindustrian (DKUKMP) Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma, mengatakan peluang tersebut masih dalam tahap persiapan karena pemerintah daerah menunggu petunjuk teknis dari Pertamina Patra Niaga dan pemerintah pusat.

“Ini kami harapkan mereka bisa melanjutkan bentuk kerja sama lainnya, seperti penyediaan gas subsidi 3 kilogram sesuai dengan peruntukannya,” kata Heruressandy dikonfirmasi media, Minggu (13/9/2026).

Menurutnya, pengembangan usaha tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan koperasi lebih bermanfaat bagi masyarakat. Keberadaan koperasi di setiap kelurahan dinilai memiliki potensi untuk menjadi salah satu titik pelayanan kebutuhan dasar warga.

Heruressandy menjelaskan, dari 34 Koperasi Kelurahan Merah Putih yang terbentuk sejak 2025, sekitar 60 persen atau 19 hingga 20 koperasi saat ini telah menjalankan kegiatan operasional.

“Dari 34 Koperasi Kelurahan Merah Putih yang sudah terbentuk sejak 2025, sekitar 60 persen atau 19 hingga 20 koperasi saat ini sudah beroperasi,” ujarnya.

Koperasi yang sudah aktif selama ini telah menjalin kerja sama dengan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN). Kerja sama tersebut terutama diarahkan pada penyediaan bahan pokok penting dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

Komoditas yang dipasarkan antara lain beras, gula, minyak goreng dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Aktivitas tersebut menunjukkan koperasi mulai memiliki kegiatan usaha yang dapat dikembangkan lebih jauh.

“Total omzet koperasi hingga Agustus 2026 sudah mencapai lebih dari Rp2 miliar,” ungkap Heruressandy.

Salah Satu Dasar

Capaian tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah untuk terus mendorong koperasi meningkatkan kapasitas usahanya. Namun, rencana menjadikan koperasi sebagai pangkalan elpiji 3 kilogram masih harus mengikuti mekanisme yang ditetapkan pemerintah.

Heruressandy menegaskan, apabila kebijakan tersebut direalisasikan, koperasi akan diarahkan menjadi pangkalan, bukan subpangkalan.

“Diharapkan seperti itu. Kami juga masih menunggu arahan dari pusat, apakah penetapan status Koperasi Kelurahan Merah Putih nanti menjadi pangkalan,” katanya.

Menurut dia, status tersebut penting karena berkaitan dengan mekanisme distribusi dan penyaluran elpiji subsidi kepada masyarakat. Pemerintah juga ingin memastikan koperasi menjalankan fungsi tersebut sesuai peruntukan elpiji 3 kilogram.

“Yang paling penting bagaimana koperasi ini bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Pemkot Balikpapan berharap pengembangan usaha Koperasi Kelurahan Merah Putih tidak berhenti pada aktivitas perdagangan. Dengan bertambahnya jenis layanan, koperasi diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tingkat kelurahan.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Penulis : Dani/Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses